Jumat, 11 Sep 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Wabup Kamillus Elu Buka Evaluasi CKG TTU, Dorong Satu Pemahaman dan Komitmen
Perkuat cakupan layanan CKG di TTU.
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 11 Sep 2026 - Views: 116
image empty
dok.lidahrakyat.com/Koka Masan
Keterangan Foto: Wakil Bupati TTU Kamillus Elu, S.H., membuka Rapat Evaluasi CKG Kabupaten TTU Tahun 2026 di Hotel Ariesta Kefamenanu, Rabu (9/9/2026). (Doc : Ist)

LIDAHRAKYAT.COM — KEFAMENANU,— Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Kamillus Elu, S.H., membuka secara resmi Rapat Evaluasi Cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) tingkat Kabupaten TTU Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Ariesta Kefamenanu, Rabu (9/9/2026).

Rapat evaluasi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten TTU untuk memastikan Program Cek Kesehatan Gratis tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar menjangkau masyarakat serta memberikan manfaat terhadap peningkatan pelayanan kesehatan.

Kegiatan tersebut diikuti Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan TTU, para kepala puskesmas, serta camat se-Kabupaten TTU. Kehadiran unsur pemerintah kecamatan dan fasilitas pelayanan kesehatan dinilai penting karena mereka menjadi bagian dari pelaksana program di tingkat lapangan.

Dalam forum tersebut, pemerintah daerah membahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan CKG sekaligus menyusun langkah perbaikan agar cakupan pelayanan dapat ditingkatkan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten TTU.

Sedikitnya terdapat tiga agenda utama yang menjadi fokus pembahasan. Pertama, sosialisasi kebijakan Program CKG Kabupaten TTU Tahun 2026 kepada jajaran pelaksana di daerah.

Agenda kedua menyangkut perumusan strategi untuk meningkatkan capaian sekaligus mutu pelayanan CKG. Sementara agenda ketiga diarahkan pada evaluasi pelaksanaan program di masing-masing puskesmas guna mengetahui perkembangan, kendala, dan kebutuhan pelayanan di lapangan.

Wakil Bupati Kamillus Elu dalam arahannya menekankan pentingnya kesamaan pemahaman antara pemerintah daerah, camat, kepala puskesmas, dan seluruh unsur pelaksana. Menurut dia, kebijakan yang telah dirancang dengan baik akan sulit mencapai tujuan apabila tidak dipahami dan diterjemahkan secara tepat oleh pelaksana di lapangan.

"Jangan sampai kebijakan yang sudah dirancang dengan baik di tingkat pemerintah pusat tidak dipahami secara baik di tingkat pelaksana," tegas Kamillus.

Ia mengatakan, pelaksanaan CKG membutuhkan koordinasi yang kuat dan pola kerja yang searah. Karena itu, setiap pihak yang terlibat harus memahami tujuan, mekanisme, serta sasaran program agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri.

"Kita membutuhkan satu pemahaman, satu gerakan dan satu komitmen agar pelaksanaan CKG di seluruh wilayah Kabupaten TTU berjalan secara efektif," ujarnya.

Melalui rapat evaluasi tersebut, pemerintah daerah berharap berbagai persoalan yang masih ditemukan dalam pelaksanaan CKG dapat diidentifikasi secara terbuka. Hasil evaluasi selanjutnya diharapkan menjadi dasar untuk memperbaiki strategi pelayanan, meningkatkan cakupan pemeriksaan, serta memastikan kualitas pelayanan kesehatan tetap menjadi perhatian utama.

Pemerintah Kabupaten TTU juga mendorong agar koordinasi antara kecamatan, puskesmas, dan Dinas Kesehatan terus diperkuat. Dengan koordinasi yang lebih baik, Program Cek Kesehatan Gratis diharapkan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten TTU. (*)

 

Editor: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil