Selasa, 23 Jun 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Ribuan Entitas BUMN Dikonfirmasi Dikonsolidasikan, Pemerintah Fokus Efisiensi dan Sektor Baru Ekonomi
Kerja Cerdas Untuk Indonesia Maju
Penulis: Martinus Laba Uung
Sorot - 22 Jun 2026 - Views: 6
image empty
Dok. Istimewa
Foto: Akun Medsos Roesan Roslani, Rosan Perkasa Roeslani a Menteri Investasi Indonesia merangkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Danantara

Rosan Roeslani bertemu Presiden Prabowo di Kertanegara 21 Juni 2026. Dari 1.077 BUMN, 258 sudah konsolidasi dan 300 lagi menyusul. Danantara akan dorong pariwisata, event olahraga, industri kreatif.

 

LIDAHRAKYAT.COM Menteri BUMN Rosan Roeslani diterima Presiden Prabowo Subianto di kediaman Kertanegara, Jakarta, Minggu 21 Juni 2026 malam. Pertemuan terbatas tersebut membahas percepatan transformasi BUMN dan penguatan sektor baru penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, menurut keterangan Tim Media Presiden. Foto: Tim Media Presiden. 1.077 BUMN Dikonfirmasi Akan Dikonsolidasikan. Dalam pertemuan itu Rosan menyampaikan update konsolidasi BUMN. Dari total 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan. Sekitar 300 entitas lainnya disebut akan segera menyusul proses konsolidasi.

“Tujuan konsolidasi ini meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, dan memperbesar daya saing,” tulis keterangan resmi.

Langkah konsolidasi ini melanjutkan arah kebijakan BUMN sejak era sebelumnya: mengurangi tumpang tindih bisnis, memangkas holding yang terlalu gemuk, dan fokus pada core business. Jika 258 + 300 entitas terealisasi, maka lebih dari 50?ri 1.077 BUMN akan masuk skema merger, likuidasi, atau peleburan dalam waktu dekat.

Analisa Kebijakan: Dari Kuantitas ke Kualitas

1. Efisiensi vs Dampak Sosial:

Konsolidasi 500+ entitas berpotensi memangkas biaya operasional, duplikasi direksi, dan beban APBN untuk BUMN merugi. Tapi risikonya ada di PHK, integrasi budaya kerja, dan layanan ke daerah 3T yang selama ini ditopang BUMN kecil. Pemerintah perlu detail “roadmap SDM” agar efisiensi tidak menimbulkan gejolak.

2. Tata Kelola Jadi Ujian:

Menggabungkan banyak entitas berarti menstandarisasi GCG, sistem pengadaan, dan audit. Jika berhasil, BUMN bisa lebih transparan dan bankable. Jika gagal, risiko “terlalu besar untuk gagal” justru naik.

3. Daya Saing Global:

BUMN hasil konsolidasi diharapkan punya neraca lebih kuat untuk bersaing di proyek infrastruktur, energi hijau, hingga hilirisasi. Ini sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional yang butuh mesin BUMN lebih lincah.

Danantara Bidik 3 Sektor Baru: Pariwisata, Event Olahraga, Ekonomi Kreatif.

Pertemuan juga membahas peran Danantara, Indonesia Investment Management Agency, untuk mendorong sektor baru. Tiga sektor yang disorot: pariwisata, event olahraga, dan industri kreatif. Targetnya jelas: ciptakan lapangan kerja dan dongkrak perputaran ekonomi domestik.

Ini menarik karena 2 dari 3 sektor itu padat karya dan cepat menyerap tenaga kerja lulusan SMK-perguruan tinggi. Event olahraga bisa mencontoh efek “TVRI siaran Piala Dunia gratis tembus pelosok” yang menggerakkan UMKM, perhotelan, dan ekonomi lokal. Pariwisata dan industri kreatif juga jadi bantalan jika komoditas global melemah.

Catatan Kritis Tim Lidah Rakyat untuk Ke Depan: 1. Transparansi Konsolidasi: Publik butuh daftar entitas mana yang merger, likuidasi, atau dilepas. Biar nggak ada asumsi “BUMN dijual diam-diam”.  2. Akuntabilitas Danantara: Karena kelola dana besar, tata kelola Danantara harus setara SWF global: dewan pengawas independen, laporan publik berkala. 3. Ukur Keberhasilan: Jangan hanya jumlah entitas yang berkurang. Tolok ukurnya: profitabilitas naik, dividen ke negara naik, layanan ke rakyat lebih cepat, korupsi berkurang.

Singkatnya: Konsolidasi ribuan BUMN ini langkah berani dari “kuantitas” ke “kualitas”. Jika dieksekusi rapi + diawasi publik, bisa jadi legacy besar era Prabowo. Jika tidak, risiko jadi “merger raksasa tapi tetap sakit”.

Hingga berita ini ditulis, Kementerian BUMN belum merilis daftar lengkap 258 entitas yang sudah konsolidasi dan 300 entitas yang akan menyusul