Kamis, 06 Aug 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Luar Biasa, Kebun Contoh Kades Nunmafo Dongkrak Ekonomi Warga
Pertanian Holtikultura
Penulis: REMIGIUS UA
Peristiwa - 05 Aug 2026 - Views: 72
image empty
Kepala Desa Nunmafo (Agustinus Natun) Foto di Kebun Contoh

LIDAHRAKYAT.COM– Kepala Desa Nunmafo, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Agustinus Natun, membuktikan bahwa kepemimpinan dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Dengan memanfaatkan lahan seluas 50 are, ia mengembangkan kebun contoh berbasis pertanian terpadu yang kini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan melalui sektor pertanian.

Dari total luas lahan tersebut, 35 are dimanfaatkan untuk tanaman hortikultura, sedangkan 15 are ditanami hijauan pakan ternak. Konsep yang diterapkan mengintegrasikan pertanian dan peternakan, di mana tanaman pakan digunakan untuk memenuhi kebutuhan ternak, sementara kotoran ternak diolah menjadi pupuk organik yang dikembalikan ke lahan sehingga menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan.

Pada musim tanam pertama, kebun tersebut ditanami buncis dan cabai (lombok). Memasuki musim tanam kedua, Agustinus mengembangkan komoditas yang lebih beragam, yakni jagung, sawi, wortel, dan terung. Saat ini, sebagian besar tanaman tersebut telah memasuki masa panen dan mulai dipasarkan.

Keberhasilan kebun contoh ini didukung oleh rehabilitasi sumber air Oe Muis yang dibiayai melalui Dana Desa. Kini pasokan air menjadi lebih melimpah sehingga petani dapat mengolah lahan secara optimal, bahkan pada musim kemarau.

Saat ditemui Lidah Rakyat di kediamannya, Rabu (5/8/2026), Agustinus Natun mengatakan bahwa seorang pemimpin harus mampu menjadi pelopor bagi masyarakat.

"Saya ingin masyarakat melihat bahwa bertani bisa memberikan hasil yang nyata. Karena itu saya memulai dari kebun ini sebagai contoh. Kalau pemimpinnya berani turun langsung ke kebun, saya yakin masyarakat juga akan semakin percaya diri untuk mengembangkan usaha pertanian mereka," ujarnya.

Hasil panen dari kebun contoh dipasarkan langsung kepada masyarakat Desa Nunmafo, dijual di Pasar Minggu Nunmafo, serta memenuhi permintaan bahan pangan untuk dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketersediaan pasar tersebut memberikan peluang bagi petani untuk memperoleh pendapatan secara berkelanjutan.

Menurut Agustinus, dampak program tersebut mulai dirasakan masyarakat. Setelah melihat keberhasilan kebun contoh dan didukung ketersediaan air yang kini melimpah, semakin banyak warga mengikuti jejak pemerintah desa dengan mengembangkan usaha hortikultura.

"Sekarang air sudah tersedia dengan baik. Masyarakat mulai serius menggarap lahannya karena mereka melihat hasilnya. Ada petani yang mampu memperoleh penghasilan sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta setiap minggu. Bahkan ada anak muda di desa ini yang berhasil meraih pendapatan Rp5 juta hingga Rp7 juta dalam waktu satu hingga dua bulan dari usaha hortikultura. Ini membuktikan bahwa pertanian memiliki prospek yang sangat baik apabila dikelola secara serius," katanya.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan Dana Desa yang difokuskan pada pengembangan sektor produktif tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Model pertanian terpadu yang dikembangkan Agustinus Natun kini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi di tingkat desa mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dari potensi lokal yang dimiliki.(Remi)