LIDAHRAKYAT.COM—TIMOR TENGAH UTARA,— Pameran Literasi Pendidikan antar Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se-Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan.
Kegiatan yang digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan satuan pendidikan.
Ketua SMSI TTU, Carles Usfunan, melalui Ketua Bidang Literasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) TTU, Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil, menyampaikan pandangannya terkait pentingnya kegiatan tersebut.
“Pameran literasi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan ruang edukatif yang mampu mendorong peserta didik untuk menampilkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis,” ujarnya. Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan ide dan gagasan melalui karya nyata yang dihasilkan dari proses pembelajaran.
“Melalui pameran ini, siswa dilatih untuk berani berkarya, menyampaikan pesan, serta membangun kepercayaan diri dalam menampilkan hasil kerja mereka,” tambahnya.
Oktovianus menegaskan bahwa literasi harus dipahami secara komprehensif, tidak hanya sebatas membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan menganalisis, memahami, dan menciptakan sesuatu yang bernilai.
“Literasi adalah fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman,” tegasnya.
Ia juga menilai bahwa keterlibatan aktif sekolah-sekolah dalam pameran ini menunjukkan adanya semangat kolaborasi yang kuat dalam memajukan dunia pendidikan di daerah.
“Semangat kebersamaan ini sejalan dengan tema Hardiknas tahun 2026, yakni ‘Menggiatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, pameran literasi akan menampilkan berbagai karya siswa yang mencerminkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Mulai dari majalah dinding hingga kerajinan berbasis daur ulang seperti hiasan plastik dan tas dari tutup botol menjadi bukti nyata hasil proses pembelajaran,” ungkapnya.
Oktovianus berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat gerakan literasi di daerah.
“Kami berharap seluruh elemen, baik pemerintah, sekolah, maupun masyarakat, dapat terus bersinergi dalam mendukung pengembangan literasi,” katanya.
Melalui momentum Pameran Literasi Hardiknas 2026 ini, ia optimistis semangat literasi akan semakin tumbuh di kalangan pelajar serta berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten TTU.
3.22K
141