Rabu, 15 Jul 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Sejarah Baru di TTU! Kefa Air Resmi Mendarat di Bandara Jack Ukat, Era Baru Transportasi Udara Dimulai
Penerbangan perdana Kefa Air menandai kebangkitan konektivitas udara di Timor Tengah Utara.
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 15 Jul 2026 - Views: 193
image empty
dok.lidahrakyat.com/Koka Masan
Keterangan Foto : Pemerintah Kabupaten TTU bersama unsur Forkopimda menyambut kedatangan perdana pesawat Kefa Air di Bandara Jack Ukat, Kefamenanu, Rabu (15/7/2026). ( Dokumentasi : Istimewa )

LIDAHRAKYAT.COM — KEFAMANU,— Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), bersiap mencatat sejarah baru di sektor transportasi udara. Setelah cukup lama tidak melayani penerbangan komersial secara reguler, Bandara Jack Ukat dijadwalkan kembali beroperasi melalui pendaratan perdana pesawat Kefa Air pada Rabu, 15 Juli 2026, hari ini.

Momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi kebangkitan konektivitas udara di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. Kehadiran kembali layanan penerbangan diharapkan mampu memangkas waktu perjalanan, memperkuat aksesibilitas daerah, sekaligus mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten TTU.

Pemerintah Kabupaten TTU telah menyiapkan penyambutan khusus untuk menandai penerbangan perdana tersebut. Berbagai unsur, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perangkat daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga, dijadwalkan hadir menyaksikan momen bersejarah itu.

Berdasarkan susunan acara yang diterima media, seluruh tamu undangan diminta telah berada di kawasan Bandara Jack Ukat sejak pukul 09.30 WITA. Persiapan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat.

Pesawat Kefa Air dijadwalkan bertolak dari Bandara El Tari Kupang pada pukul 10.00 WITA dan diperkirakan mendarat di Bandara Jack Ukat Kefamenanu sekitar pukul 10.30 WITA. Penerbangan ini menjadi awal beroperasinya kembali jalur udara yang telah lama dinantikan masyarakat TTU.

Sesaat setelah menyentuh landasan, pesawat akan disambut dengan water salute, sebuah tradisi dalam dunia penerbangan yang diberikan sebagai bentuk penghormatan terhadap penerbangan perdana maupun momen bersejarah sebuah maskapai atau bandara.

Tidak berhenti di sana, nuansa budaya lokal juga akan mewarnai prosesi penyambutan. Pilot dan kru Kefa Air akan menerima penghormatan adat melalui prosesi tutur adat dan pengalungan, sebagai simbol penerimaan dan penghargaan masyarakat Timor kepada para tamu yang datang.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan menuju tenda utama yang diiringi penampilan tarian tradisional dan drum band. Prosesi tersebut menjadi wujud perpaduan antara semangat modernisasi transportasi dengan pelestarian nilai-nilai budaya daerah.

Memasuki pukul 11.00 WITA, pemerintah akan menggelar seremoni resmi yang diawali pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan sambutan Bupati Timor Tengah Utara Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., sambutan perwakilan Kementerian Perhubungan, serta doa bersama sebagai ungkapan syukur atas aktifnya kembali layanan penerbangan di Bandara Jack Ukat.

Setelah seremoni berakhir, kegiatan akan dilanjutkan dengan ramah tamah, makan siang bersama, dan hiburan. Agenda tersebut menjadi ajang mempererat kebersamaan antara pemerintah, penyelenggara penerbangan, tamu undangan, dan masyarakat yang hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Pada pukul 14.00 WITA, pesawat Kefa Air dijadwalkan kembali lepas landas menuju Bandara El Tari Kupang, sekaligus menandai dimulainya operasional rute udara yang diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Kembalinya aktivitas penerbangan di Bandara Jack Ukat bukan sekadar menghadirkan layanan transportasi baru, tetapi menjadi simbol bangkitnya harapan baru bagi Timor Tengah Utara. Dengan konektivitas yang semakin terbuka, pemerintah berharap mobilitas masyarakat semakin cepat, aktivitas ekonomi tumbuh lebih kuat, sektor pariwisata berkembang, investasi meningkat, dan TTU semakin terkoneksi dengan berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur maupun Indonesia. (*)

 

Editor : Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil