LIDAHRAKYAT.COM — KEFAMENANU,— Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali memperkuat dukungannya terhadap keberlanjutan pendidikan anak melalui penyaluran bantuan perlengkapan peserta didik bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Penyerahan bantuan perlengkapan sekolah Tahun Anggaran 2026 tersebut dilaksanakan di Aula Bale Biinmafo, Kamis (27/8/2026). Program ini menyasar peserta didik yang membutuhkan dukungan, terutama anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Secara keseluruhan, bantuan diberikan kepada 18.244 peserta didik yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten TTU. Jumlah tersebut terdiri atas 15.679 siswa SD dari 274 sekolah serta 2.565 siswa SMP yang berasal dari 95 sekolah.
Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan perlengkapan belajar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga agar keterbatasan ekonomi keluarga tidak menghambat anak dalam mengikuti proses pendidikan.
Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., mengatakan pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan berbagai program untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat, khususnya peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Menurut Bupati, kondisi ekonomi keluarga semestinya tidak menentukan apakah seorang anak dapat memperoleh pendidikan yang layak atau tidak. Karena itu, pemerintah berkewajiban menghadirkan intervensi yang dapat membantu anak-anak tetap berada dalam sistem pendidikan.
“Pemerintah Kabupaten TTU tidak berhenti melakukan pemenuhan di bidang pendidikan terhadap peserta didik yang orang tuanya kurang mampu. Kehadiran pemerintah harus dirasakan oleh masyarakat,” tegas Bupati Falent.
Ia menjelaskan, perhatian pemerintah terhadap pendidikan tidak hanya mengandalkan satu sumber pembiayaan. Sejumlah intervensi pendidikan dilaksanakan melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Bagi pemerintah daerah, investasi pendidikan memiliki arti strategis karena kualitas sumber daya manusia sangat menentukan arah pembangunan daerah pada masa mendatang. Karena itu, pemenuhan kebutuhan peserta didik dipandang sebagai bagian dari investasi jangka panjang.
Bantuan perlengkapan sekolah juga diharapkan dapat mengurangi beban ekonomi yang harus ditanggung orang tua. Pada saat yang sama, dukungan tersebut diharapkan membantu sekolah menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung bagi peserta didik.
Bupati TTU turut meminta kepala sekolah dan guru tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi peserta didik. Anak-anak yang berpotensi berhenti sekolah perlu mendapatkan pendampingan lebih serius.
“Anak-anak harus diberikan kesempatan untuk bermimpi. Pemerintah dan para pendidik harus menjadi jembatan bagi mereka untuk meraih mimpi tersebut,” kata Bupati Falent.
Penyaluran bantuan perlengkapan peserta didik Kabupaten TTU Tahun 2026 tersebut dibiayai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU. Program ini menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak di TTU. (*)
Editor: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil