Rabu, 15 Jul 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Kefa Air Resmi Mendarat di Bandara Jack Ukat, Babak Baru Konektivitas Udara TTU Resmi Dimulai
Penerbangan perdana disambut ribuan warga dan menjadi tonggak baru penguatan akses transportasi di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste.
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 15 Jul 2026 - Views: 90
image empty
dok.lidahrakyat.com/Koka Masan
Keterangan Foto : Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo bersama jajaran pemerintah daerah menyambut pendaratan perdana pesawat Kefa Air di Bandara Jack Ukat, Kefamenanu, Rabu (15/7/2026), yang menandai dimulainya kembali layanan transportasi udara di wilayah perbatasan tersebut. ( Dokumentasi : Koka Masan // Lidah Rakyat )

LIDAHRAKYAT.COM — KEFAMENANU,— Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, resmi memasuki era baru transportasi udara. Untuk pertama kalinya, pesawat komersial Kefa Air berhasil mendarat di Bandara Jack Ukat, Kefamenanu, pada Rabu (15/7/2026). Momentum bersejarah ini menandai kembali beroperasinya layanan penerbangan yang telah lama dinantikan masyarakat di wilayah perbatasan tersebut.

Pendaratan perdana pesawat disambut antusias ribuan warga yang memadati kawasan sekitar bandara sejak pagi hari. Masyarakat dari berbagai penjuru TTU rela datang lebih awal untuk menyaksikan secara langsung momen bersejarah yang diyakini akan membawa perubahan besar bagi perkembangan daerah.

Pesawat jenis Cessna 208B Grand Caravan EX berkapasitas 12 penumpang itu lepas landas dari Bandara El Tari, Kupang, pada pukul 10.17 WITA. Setelah menempuh perjalanan udara sekitar satu setengah jam, pesawat akhirnya mendarat dengan mulus di landasan Bandara Jack Ukat sekitar pukul 11.45 WITA.

Sesaat setelah roda pesawat menyentuh landasan, tepuk tangan dan sorak-sorai masyarakat langsung menggema. Banyak warga mengabadikan momen langka tersebut menggunakan telepon genggam mereka, sementara suasana penyambutan semakin semarak dengan penampilan drum band serta tarian tradisional yang dibawakan para pelajar di Kota Kefamenanu.

Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara menyambut kedatangan penerbangan perdana tersebut sebagai tonggak penting dalam memperkuat konektivitas wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Kehadiran layanan penerbangan dinilai menjadi langkah strategis untuk membuka akses yang lebih cepat, aman, dan efisien bagi masyarakat.

Bupati Timor Tengah Utara, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, mengatakan keberhasilan menghadirkan kembali penerbangan komersial merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengoperasian Bandara Jack Ukat.

Menurutnya, pencapaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat TTU, tetapi juga menjadi bukti bahwa sinergi yang kuat mampu menghadirkan perubahan nyata bagi daerah. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga penerbangan perdana dapat terlaksana dengan baik.

Bupati Falent berharap kolaborasi tersebut terus dipertahankan agar pembangunan di berbagai sektor semakin dipercepat. Ia menilai keberadaan transportasi udara akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan.

Selain mempercepat mobilitas penumpang, operasional Bandara Jack Ukat diharapkan mampu memperlancar distribusi barang dan jasa menuju maupun dari Kabupaten Timor Tengah Utara. Akses udara juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, pengembangan sektor pariwisata, peningkatan layanan kesehatan, hingga mendukung penanganan situasi darurat.

Di sisi lain, kehadiran penerbangan komersial dipandang sebagai peluang baru untuk menarik investasi ke wilayah perbatasan. Dengan akses transportasi yang semakin terbuka, berbagai potensi daerah diharapkan dapat berkembang lebih optimal dan memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Antusiasme masyarakat sepanjang hari menjadi gambaran besarnya harapan terhadap hadirnya layanan penerbangan di Timor Tengah Utara (TTU). Tidak sedikit warga yang mengaku baru pertama kali menyaksikan pesawat mendarat dari jarak dekat. Momen tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus simbol lahirnya optimisme baru bagi kemajuan daerah.

Setelah menyelesaikan penerbangan perdananya, pesawat Kefa Air dijadwalkan kembali bertolak dari Bandara Jack Ukat menuju Bandara El Tari, Kupang, pada pukul 14.00 WITA. Pemerintah daerah berharap layanan penerbangan ini dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga mampu mengurangi keterisolasian wilayah, memperkuat konektivitas, dan meningkatkan daya saing Kabupaten Timor Tengah Utara sebagai salah satu kawasan strategis di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). (*)

 

Editor : Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil