LIDAHRAKYAT.COM, Malaka– Upaya meningkatkan cakupan penemuan kasus dan keberhasilan pengobatan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Malaka terus diperkuat melalui penelitian bertajuk “Intervensi Budaya untuk Meningkatkan Cakupan dan Keberhasilan Pengobatan TBC di Kabupaten Malaka.”
Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Aemilianus Mau, S.Kep., Ns., M.Kep. bersama tim peneliti yang terdiri atas Simon Sani Kleden, S.Kep., Ns., M.Kep., Sabinus Kedang, S.Kep., Ns., M.Kep., dan Domianus Namuwali, S.Kep., Ns., M.Kep. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara dosen Poltekkes Kemenkes Kupang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka.
Penelitian dilaksanakan di sejumlah wilayah kerja puskesmas, yakni Puskesmas Fahiluka (Desa Lawalu dan Desa Berluli), Puskesmas Tafuli (Desa Wekeke), Puskesmas Betun (Dusun Numbei, Desa Kateri), serta Puskesmas Biudukfoho (Desa Biudukfoho).
Program ini mengintegrasikan pendekatan budaya masyarakat setempat dengan layanan kesehatan modern melalui skrining TBC menggunakan Portable X-Ray, pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi dokter, pemberian obat, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap selama satu minggu, dimulai di wilayah kerja Puskesmas Fahiluka pada Senin dan Selasa, dilanjutkan di Puskesmas Tafuli pada Rabu, Dusun Numbei wilayah kerja Puskesmas Betun pada Kamis, dan ditutup di wilayah kerja Puskesmas Biudukfoho pada Jumat.
Selain skrining dan pelayanan kesehatan, penelitian ini juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi pasien yang terdiagnosis TBC. Pendampingan dilakukan selama enam bulan masa pengobatan oleh tim yang melibatkan dosen Poltekkes Kemenkes Kupang, pengelola program TBC Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, petugas puskesmas, kader kesehatan, serta pemerintah desa.
Ketua Tim Peneliti, Dr. Aemilianus Mau, menjelaskan bahwa keberhasilan pengobatan TBC tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan obat, tetapi juga dukungan sosial, budaya, dan keterlibatan aktif masyarakat.
Pelayanan Kesehatan Menjangkau Dusun Numbei
Pada Kamis (11/6), masyarakat Dusun Numbei, Desa Kateri, mendapatkan layanan kesehatan gratis yang mencakup skrining TBC, pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi dokter, dan pemberian obat.
Anggota tim peneliti dari Poltekkes Kemenkes Kupang, Sabinus Kedang, S.Kep., Ns., M.Kep., mengajak seluruh warga memanfaatkan kesempatan tersebut.
«“Kami datang jauh dari Kupang dengan membawa berbagai peralatan kesehatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena itu, kami berharap seluruh warga dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan memeriksakan kesehatan dan memperoleh pelayanan serta obat secara gratis,” ujarnya.»
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Aemilianus Mau menyampaikan pesan yang sarat makna karena Dusun Numbei merupakan kampung halamannya.
«“Numbei adalah kampung kelahiran saya. Saya lahir dan dibesarkan di wilayah yang penuh tantangan. Namun keterbatasan tidak pernah mematikan semangat untuk belajar dan maju. Kehadiran kami hari ini merupakan bentuk pengabdian kepada tanah leluhur yang telah membesarkan saya dan mengajarkan nilai-nilai kehidupan untuk selalu berbuat baik bagi sesama,” tuturnya.»
Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, Devi Bere, memberikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat Dusun Numbei serta menegaskan bahwa pelayanan tidak berhenti pada kegiatan skrining semata.
«“Kami berterima kasih atas penerimaan masyarakat yang begitu baik. Pelayanan kesehatan ini akan ditindaklanjuti melalui pendampingan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” katanya.»
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh anjuran tenaga kesehatan, termasuk menjalani pemeriksaan lanjutan apabila dirujuk ke rumah sakit serta mengonsumsi obat sesuai petunjuk dokter.
Sementara itu, dr. Niken dari Puskesmas Betun mengingatkan pentingnya keterbukaan pasien saat menjalani pemeriksaan.
«“Informasi yang lengkap mengenai keluhan yang dirasakan akan membantu dokter menegakkan diagnosis yang tepat sehingga penanganan kesehatan dapat dilakukan secara optimal,” jelasnya.»
Apresiasi dan Harapan Masyarakat
Mewakili warga Dusun Numbei, Yan Nahak menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menghadirkan pelayanan kesehatan di wilayah mereka.
«“Kami berterima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Kupang, Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, dan Puskesmas Betun yang telah datang melayani masyarakat kami. Meski harus menghadapi medan yang sulit, bapak dan ibu tetap hadir demi kesehatan masyarakat,” ungkapnya.»
Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan.
Melalui kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, kader kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, penelitian ini diharapkan menjadi model intervensi berbasis budaya yang efektif dalam meningkatkan penemuan kasus, kepatuhan berobat, serta keberhasilan pengobatan TBC di Kabupaten Malaka.(Red)