Senin, 27 Jul 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Paroki Kiupukan Matangkan Persiapan Komuni Pertama, 160 Anak Jalani Pembinaan Akhir dan Gladi Bersih
Persiapan Puncak Komuni Pertama di Paroki Kiupukan.
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 27 Jul 2026 - Views: 75
image empty
dok.lidahrakyat.com/Koka Masan
Keterangan Foto: Sebanyak 160 calon penerima Komuni Pertama dari delapan sekolah dasar mengikuti pembinaan terakhir dan gladi bersih di Gereja Paroki Santa Maria Pengantara Segala Rahmat Kiupukan, Dekenat Kefamenanu, Senin (27/7/2026), sebagai persiapan akhir menjelang penerimaan Sakramen Ekaristi pada Selasa (28/7/2026). (Dokumentasi : Koka Masan // Lidah Rakyat)

 LIDAHRAKYA.COM — KIUPUKAN,— Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Gereja Paroki Santa Maria Pengantara Segala Rahmat Kiupukan, Dekenat Kefamenanu, Keuskupan Atambua, Senin (27/7/2026). Sebanyak 160 calon penerima Komuni Pertama dari delapan Sekolah Dasar (SD) mengikuti pembinaan terakhir sekaligus gladi bersih sebagai tahap akhir sebelum menerima Komuni Pertama (Sakramen Ekaristi) pada hari Selasa, (28/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 18.00 WITA itu menjadi momen penting bagi seluruh peserta untuk memantapkan kesiapan rohani, mental, dan tata liturgi. Delapan sekolah yang ambil bagian yakni SDN Besin, SDN Ekafallo, SDK Besnaen, SDN Peutana, SDK Kiupukan I, SDK Kiupukan II, SDN Nispukan, dan SDN Nesam.

Pastor Pembantu Paroki Kiupukan, Rm. Johanes Meak, Pr., menegaskan bahwa seluruh peserta telah melalui proses pembinaan iman sebagai bekal untuk menerima Komuni Pertama. Menurutnya, pembinaan tersebut bukan sekadar memenuhi tahapan administrasi gereja, melainkan proses membangun kedewasaan iman anak-anak agar semakin mengenal dan mencintai Yesus Kristus dalam Sakramen Ekaristi.

"Sejauh ini kita sudah mengikuti pembinaan," ujar Rm. Johanes Meak, Pr di hadapan para peserta. Ia berharap seluruh anak menjaga semangat, ketenangan, dan kesungguhan hati agar mampu mengikuti perayaan penerimaan Komuni Pertama dengan penuh hormat dan sukacita.

Di sela-sela pembinaan, Romo Yos kembali mengingatkan seluruh peserta agar hadir tepat waktu pada hari penerimaan Komuni Pertama. Ia meminta anak-anak bersama orang tua menjaga ketertiban serta mempersiapkan diri sebaik mungkin sebagai bentuk penghormatan terhadap perayaan sakral yang akan mereka ikuti.

"Besok datang ke gereja jangan terlambat. Tolong tertib. Selamat mempersiapkan diri," pesan Romo Yos yang disambut antusias para peserta dan orang tua.

Selain mendapatkan pengarahan rohani, anak-anak juga mengikuti gladi bersih tata perayaan liturgi. Mereka dibimbing mengenai tata cara berjalan dalam prosesi, menerima Tubuh Kristus dengan benar, serta menjaga sikap hormat selama berlangsungnya perayaan Ekaristi. Gladi bersih ini bertujuan agar seluruh rangkaian liturgi dapat berjalan dengan tertib, khidmat, dan penuh makna.

Usai pembinaan selesai, para orang tua secara sukarela bergotong royong membersihkan bagian dalam gereja maupun area di sekitarnya. Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan umat Paroki Kiupukan dalam menyukseskan perayaan Komuni Pertama, sekaligus menunjukkan bahwa persiapan menyambut sakramen bukan hanya menjadi tanggung jawab anak-anak, tetapi seluruh keluarga dan komunitas gereja.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pastor Pembantu Paroki Kiupukan, diakon, para guru, para katekis Paroki Kiupukan, orang tua, serta seluruh calon penerima Komuni Pertama. Kehadiran berbagai unsur pelayanan gereja dan dunia pendidikan memperlihatkan kuatnya sinergi dalam mendampingi pertumbuhan iman generasi muda.

Penerimaan Komuni Pertama bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan tonggak penting dalam perjalanan iman anak-anak Katolik. Melalui pembinaan yang matang, disiplin selama persiapan, dan dukungan penuh dari keluarga serta Gereja, diharapkan 160 anak tersebut mampu menghayati Ekaristi sebagai sumber kekuatan hidup, sehingga kelak tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berkarakter, dan setia mengamalkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. (*)

 

Editor : Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil