Sabtu, 13 Jun 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Demi Skrining TBC di Numbei, Tim Kesehatan Menyeberang Sungai dengan Excavator
Pelayanan Kesehatan di Wilayah Perbatasan
Penulis: Yohanes Nahak
Medis - 13 Jun 2026 - Views: 94
image empty
Dok. Yohanes Nahak
Excavator menyebrangkan Petugas kesehatan menuju dusun Numbei Malaka

LIDAHRAKYAT.COM, Malaka– Semangat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah terpencil ditunjukkan oleh tim kesehatan yang terlibat dalam penelitian “Intervensi Budaya untuk Meningkatkan Cakupan dan Keberhasilan Pengobatan TBC di Kabupaten Malaka.” Demi menjangkau masyarakat Dusun Numbei, Desa Kateri, Kecamatan Malaka Tengah, para petugas kesehatan harus menyeberangi sungai dengan bantuan alat berat excavator.

Kondisi sungai yang mengalami peningkatan debit air akibat hujan membuat kendaraan tidak dapat melintas secara normal. Untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap terlaksana sesuai jadwal, para petugas kesehatan bersama berbagai peralatan medis diseberangkan menggunakan excavator yang telah disiapkan di lokasi.

Tim yang terdiri dari dosen Poltekkes Kemenkes Kupang, petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Betun tetap melanjutkan perjalanan meskipun harus menghadapi medan yang cukup berat dan penuh tantangan.

Ketua Tim Peneliti, Dr. Aemilianus Mau, S.Kep., Ns., M.Kep., mengatakan bahwa berbagai hambatan geografis tidak boleh menjadi alasan terhentinya pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

«“Masyarakat di wilayah terpencil memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Karena itu, meskipun harus menghadapi tantangan perjalanan yang tidak mudah, kami tetap berkomitmen hadir dan melayani masyarakat,” ujarnya.»

 

Selain membawa tenaga kesehatan, tim juga mengangkut berbagai peralatan penunjang pelayanan, termasuk Portable X-Ray untuk skrining Tuberkulosis (TBC), perlengkapan pemeriksaan kesehatan umum, obat-obatan, serta media edukasi kesehatan.

Setibanya di Dusun Numbei, tim langsung melaksanakan pelayanan kesehatan gratis yang meliputi skrining TBC, pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi dokter, pemberian obat, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Anggota tim peneliti dari Poltekkes Kemenkes Kupang, Sabinus Kedang, S.Kep., Ns., M.Kep., mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kesehatan mereka.

«“Kami datang membawa berbagai fasilitas kesehatan agar masyarakat dapat memperoleh layanan yang baik tanpa harus mengeluarkan biaya. Kami berharap seluruh warga memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan kesehatan dan menjaga kesehatan keluarga,” katanya.»

Kehadiran tim kesehatan disambut hangat oleh masyarakat Dusun Numbei. Warga mengapresiasi perjuangan para petugas yang tetap datang memberikan pelayanan meskipun harus menghadapi medan yang sulit.

Mewakili masyarakat, Yohanes  Nahak menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan di wilayah mereka.

«“Kami sangat berterima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Kupang, Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, dan Puskesmas Betun yang tetap datang melayani masyarakat kami. Perjalanan yang sulit, termasuk harus menyeberangi sungai, menunjukkan kepedulian yang luar biasa terhadap kesehatan masyarakat,” ungkapnya.»

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, kader kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan akses layanan kesehatan hingga ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

Perjuangan menyeberangi sungai menggunakan excavator bukan sekadar perjalanan menuju lokasi pelayanan, tetapi juga menjadi simbol komitmen bahwa pelayanan kesehatan harus hadir bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. (Red)