LIDAHRAKYAT.COM—MAUMERE,— Panitia Pelaksana Prosesi Logu Senhor di Paroki St. Ignatius Loyola Sikka menyatakan kesiapan penuh untuk menyelenggarakan tradisi religius tahunan di Keuskupan Maumere. Ritual yang menjadi pusat perhatian pada Jumat Agung ini dijadwalkan berlangsung di Kampung Sikka, Desa Sikka, Kecamatan Lela, pada 3 April 2026.
Ketua Panitia, Ignasius Kusni, mengonfirmasi bahwa segala persiapan teknis telah dimatangkan. Pihak panitia juga telah membuka kanal pendaftaran bagi umat yang ingin berpartisipasi sejak sepekan terakhir.
“Pelaksanaan Logu Senhor sepenuhnya sudah siap dan kita sudah mulai buka pendaftaran sejak seminggu yang lalu,” jelas Kusni melalui pesan singkat pada Senin (30/3/2026) malam.
Hingga Senin malam, sekretariat mencatat sebanyak 142 peziarah telah mendaftarkan diri. Untuk memudahkan aksesibilitas, panitia menyediakan dua jalur pendaftaran:
Luring (Offline): Melalui Sekretariat Panitia di Pastoran Paroki Sikka.
Daring (Online): Melalui formulir digital pada tautan resmi: https://forms.gle/ddqzXDpXYJqFeXPa7.
Kusni merincikan sebaran pendaftar saat ini:
“Dari 142 peziarah yang sementara terdaftar, ada 130 peziarah yang mendaftar melalui sekretariat dan 42 peziarah melalui link,” tuturnya. (Catatan: Total pendaftar merujuk pada akumulasi data terbaru di meja panitia).
Mengingat nilai historis dan spiritualitasnya yang tinggi, prosesi ini tidak hanya menarik minat umat lokal di Keuskupan Maumere, tetapi juga peziarah dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.
Berdasarkan tren kehadiran tahun lalu yang menembus angka seribu orang, panitia optimis partisipasi tahun ini akan meningkat.
“Prosesi ini dibuka untuk umum, jadi tidak hanya untuk umat di keuskupan Maumere, tetapi juga untuk umat Katolik di seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Tahun lalu peziarah mencapai 1.000 orang lebih dan kami yakin tahun ini akan lebih banyak dari tahun sebelumnya,” tambah Kusni.
Logu Senhor merupakan bagian tak terpisahkan dari perayaan Jumat Agung, atau yang dalam dialek Sikka Krowe disebut sebagai Sexta Vera.
Esensi Ritual:
Para peziarah akan berjalan mengikuti rute melewati tiga Irmida (kapela kecil).
Puncak devosi ini terjadi saat umat berjalan membungkuk di bawah usungan Salib Senhor (Yesus yang memanggul salib) sambil membawa lilin menyala, sembari mendaraskan doa serta permohonan batin.
Pastor Paroki Sikka, RD. Henderikus Nong, menekankan bahwa Logu Senhor bukan sekadar tradisi budaya, melainkan sebuah perjalanan iman untuk merenungkan kisah sengsara Kristus.
“Prosesi Logu Senhor adalah bentuk keterlibatan dalam misteri paskah Kristus, yang memungkinkan umat Katolik untuk lebih mendalami dan merenungkan dengan tulus kisah sengsara Yesus Kristus. Prosesi ini juga membantu umat dalam menyatukan diri dengan Allah dan mendapatkan pemulihan spiritual,” pungkasnya.
3.27K
141