Selasa, 02 Jun 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
SPPG Oenbit Resmi Beroperasi, Layani 1.060 Penerima Manfaat di Kecamatan Insana!
Program MBG yang Dicanangkan Presiden Republik Indonesia.
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 02 Jun 2026 - Views: 140
image empty
Dok.lidahrakyat.com, foto/Koka Masan
Keterangan Foto : Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KASPPG) Oenbit Insana, Mayesti Usfunan. (Dok : Koka Masan // Lidah Rakyat)

LIDAHRAKYAT.COM – INSANA,— Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Oenbit resmi memasuki tahap operasional (running) pada Selasa (2/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Besnaen, RT 11/RW 04, Desa Oenbit, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), ini menjadi langkah nyata dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.

Peluncuran operasional SPPG Oenbit dihadiri oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KASPPG), Koordinator Kecamatan (Korcam) Insana, Person In Charge (PIC), serta para relawan MBG yang akan terlibat langsung dalam pelaksanaan program di wilayah tersebut.

Dalam keterangannya kepada awak media, Kepala SPPG Oenbit, Manyesti Usfunan, mengaku bersyukur setelah menerima Surat Keputusan (SK) penempatan tugas di SPPG Oenbit. Menurutnya, kesempatan untuk kembali mengabdi di kampung halaman menjadi motivasi tersendiri dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

"Saya senang karena bisa kembali bekerja di kampung halaman sendiri. Semoga kehadiran saya di sini dapat membantu pengembangan SPPG Oenbit dan mendukung keberhasilan program Presiden Prabowo agar berjalan aman, lancar, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Mayesti kepada media ini, pada Selasa, (2/6/2026).

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program pemenuhan gizi tidak dapat dicapai seorang diri, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh unsur yang terlibat. Karena itu, ia mengajak seluruh relawan untuk menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam melaksanakan tugas pelayanan.

Di sela-sela kegiatan, Mayesti juga memberikan arahan kepada para relawan MBG agar terus bekerja dengan penuh tanggung jawab, saling mendukung, dan membangun koordinasi yang baik. Menurutnya, SPPG Oenbit didukung oleh tenaga profesional yang terdiri dari ahli gizi, akuntan, hingga asisten lapangan (Aslab) yang akan membantu koordinasi dengan sekolah-sekolah penerima manfaat.

"Di sini kita bekerja sebagai tim. Ada ahli gizi, akuntan, dan asisten lapangan yang nantinya akan turun langsung melakukan koordinasi dengan pihak sekolah. Karena itu, semangat gotong royong harus terus dijaga demi kelancaran program," tegasnya.

SPPG Oenbit akan melayani tujuh satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Insana, yakni empat sekolah dasar terdiri atas SDN Peut'ana, SDK Besnaen, SDN Ekafalo, dan SDN Oenopu. Selain itu, program ini juga menjangkau dua sekolah menengah pertama, yakni SMP Satap Ekafalo dan SMP Oenopu, serta satu sekolah menengah atas, yaitu SMA Oenopu. Jumlah peserta didik penerima manfaat dari tujuh sekolah tersebut tercatat sebanyak 711 siswa.

Tidak hanya menyasar peserta didik, program ini juga memberikan perhatian kepada kelompok rentan melalui layanan pemenuhan gizi bagi Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui (B3) yang terintegrasi dengan kegiatan Posyandu. Jumlah penerima manfaat pada kategori B3 mencapai 349 orang, sehingga total penerima manfaat yang akan dilayani oleh SPPG Oenbit mencapai 1.060 jiwa.

Penyaluran bantuan gizi bagi kelompok B3 dijadwalkan mulai pukul 08.00 WITA. Sementara itu, distribusi makanan bergizi bagi siswa sekolah dasar dilaksanakan pada pukul 09.00 hingga 10.00 WITA, sedangkan untuk siswa SMP dan SMA dilakukan pada pukul 10.00 hingga 11.00 WITA. Dengan mulai beroperasinya SPPG Oenbit, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal, meningkatkan kualitas kesehatan dan status gizi masyarakat, serta mendukung terwujudnya generasi muda yang sehat, cerdas, dan unggul di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Perlu diketahui, sebanyak 47 relawan terlibat dalam operasional SPPG Oenbit dan menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi bagi 1.060 penerima manfaat di wilayah tersebut.

 

Editor : Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil