Rabu, 22 Jul 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Bupati TTU Tunjuk Dua Staf Khusus Tanpa Gaji, Perkuat Humas, Investasi, dan Ekonomi Daerah
Dua Staf Khusus Ditunjuk Tanpa Gaji Perkuat Pemerintahan dan Pembangunan TTU.
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 22 Jul 2026 - Views: 126
image empty
dok.lidahrakyat.com/Koka Masan
Keterangan Foto : Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yoseph Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., MA. (Dokumentasi : Koka Masan // Lidah Rakyat)

LIDAHRAKYAT.COM — KEFAMENAN,— Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yoseph Falentinus Delasalle Kebo, kembali mengirimkan pesan politik dan birokrasi yang kuat. Di tengah tuntutan publik terhadap pemerintahan yang semakin efektif, Bupati Falent menunjuk dua tokoh sebagai staf khusus untuk memperkuat kerja pemerintah di bidang strategis, yakni hubungan masyarakat, pembangunan, investasi, dan ekonomi.

Keputusan yang diumumkan pada, hari Rabu, (22/7/2026) itu menetapkan Elias Koa, SE sebagai Staf Khusus Bidang Hubungan Masyarakat, Pembangunan, dan Investasi, serta H. Fahmi H. Abdulahi, SE sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas ruang kolaborasi dengan sumber daya manusia yang dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman.

Namun, yang paling menyita perhatian bukan hanya sosok yang dipilih, melainkan prinsip yang menyertai penugasan tersebut. Kedua staf khusus itu dipastikan tidak menerima gaji dari pemerintah daerah. Mereka menerima amanah itu sebagai bentuk pengabdian untuk ikut membangun Kabupaten TTU.

Langkah tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata bertumpu pada birokrasi formal, tetapi juga membutuhkan gagasan, jejaring, dan pengalaman dari figur-figur yang mampu memberikan perspektif baru dalam proses pengambilan kebijakan.

Bupati Falent Kebo menilai Elias Koa memiliki kemampuan membangun komunikasi publik sekaligus memperkuat citra pemerintah dalam mendorong investasi dan pembangunan. Peran itu dinilai penting mengingat keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh program, tetapi juga oleh kepercayaan masyarakat dan dunia usaha.

Sementara itu, H. Fahmi H. Abdulahi dipercaya memperkuat sektor ekonomi. Kehadirannya diharapkan mampu melahirkan berbagai rekomendasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang investasi, serta memperkuat daya saing Kabupaten TTU.

Bagi Bupati, staf khusus bukan sekadar jabatan pelengkap dalam struktur pemerintahan. Mereka diposisikan sebagai mitra strategis yang diharapkan mampu memberikan masukan kritis, pemikiran konstruktif, dan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah.

"Kedua orang ini punya kapasitas di bidang masing-masing untuk membantu pemerintah," tegas Bupati saat memperkenalkan kedua staf khusus tersebut.

Lebih jauh, Bupati berharap kehadiran kedua tokoh itu dapat mempercepat lahirnya kebijakan yang lebih adaptif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Menurutnya, pemerintahan yang kuat lahir dari kemampuan mendengar, berdiskusi, dan melibatkan orang-orang yang memiliki kompetensi.

Penunjukan tanpa disertai pemberian gaji juga menjadi simbol bahwa pengabdian kepada daerah tidak selalu diukur dengan besarnya imbalan, tetapi oleh kesediaan menyumbangkan tenaga, pikiran, dan pengalaman demi kemajuan bersama.

Di akhir penyampaiannya, Bupati Falent Kebo menyampaikan apresiasi atas kesediaan Elias Koa dan H. Fahmi H. Abdulahi menerima amanah tersebut. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan kolaborasi sebagai kekuatan utama dalam membangun TTU yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

"Saya mengucapkan terima kasih atas kesiapan dan kerelaan Bapak berdua. Jabatan staf khusus ini tidak ada gajinya. Mari kita bangun daerah kita," tutup Bupati Yoseph Falentinus Delasalle Kebo. (*)

 

Editor : Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil