Sabtu, 18 Apr 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Sosok Maria Ermalinda Talalab, Pengawas Sekolah Humanis yang Menginspirasi Di Perbatasan Wini
Sosok Pengawas Pembina Inspiratif
Penulis: Meja Redaksi Lidah Rakyat
Sorot - 16 Apr 2026 - Views: 185
image empty
Dokumen Pribadi
Maria Ermalinda Talalab, S. Pd

LIDAHRAKYAT.COM- Menyongsong Hari Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Utara patut berbangga memiliki sosok pengawas inspiratif seperti Maria Ermalinda Talalab, S.Pd, yang akrab disapa Ibu Ana. Perjalanan panjang dari seorang guru IPA di beberapa Sekolah di TTU, hingga kini menjadi pengawas pembina SMP menjadi kisah penuh inspirasi bagi dunia pendidikan di wilayah Timor Tengah Utara.

Saat ini, Ibu Ana dipercaya membina 17 sekolah menengah pertama di wilayah perbatasan Wini. Di tengah tantangan geografis kawasan tapal batas, ia hadir sebagai sosok yang humanis namun tetap tegas dalam menjaga mutu pendidikan.

Karier yang ia bangun tidak lahir secara instan. Dari masa pengabdiannya sebagai guru kehormatan, Ibu Ana dikenal memiliki semangat belajar yang tinggi, ketekunan, dan dedikasi yang kuat terhadap kemajuan sekolah. Langkahnya semakin matang ketika ia menjadi alumni Pendidikan Guru Penggerak angkatan 1, yang membentuk cara pandangnya terhadap kepemimpinan pendidikan yang reflektif dan transformatif.

Di bawah binaannya, kepala sekolah dan para guru terus didorong untuk tidak berhenti berinovasi. Ia percaya bahwa sekolah di wilayah perbatasan pun mampu melahirkan kualitas pendidikan yang unggul jika seluruh unsur sekolah mau terus belajar dan bergerak bersama.

“Saya percaya sekolah di wilayah perbatasan juga mampu melahirkan kualitas pendidikan yang unggul. Kuncinya ada pada kemauan untuk terus belajar, keberanian berinovasi, dan kerja sama yang kuat antara kepala sekolah, guru, serta seluruh warga sekolah,” ujar Ibu Ana.

Baginya, inovasi adalah pendorong utama kemajuan sekolah. Oleh karena itu, ia selalu hadir sebagai mitra belajar bagi kepala sekolah dan guru, bukan sekadar pengawas administratif.

"Guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Ketika guru terus bertumbuh, maka murid pun akan tumbuh bersama semangat zaman. Sekolah tidak boleh takut mencoba hal baru demi masa depan anak-anak kita," tambahnya.

Kehadiran Ibu Ana memberi energi baru bagi pendidikan di Timor Tengah Utara, khususnya wilayah Wini. Ketegasan yang ia miliki berpadu dengan sentuhan humanis yang membuat guru dan kepala sekolah merasa dibimbing dengan hati.

Momentum Hari Pendidikan Nasional menjadi waktu yang tepat untuk meneladani sosok seperti Ibu Ana—figur yang membuktikan bahwa perjalanan dari guru kehormatan hingga pengawas sekolah bukan sekadar jenjang karier, tetapi jejak pengabdian yang memberi cahaya bagi pendidikan di tapal batas negeri .