Selasa, 02 Jun 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Respon Humanis Polsek Insana Utara: Lansia Penyintas Stroke Dikembalikan ke Pelukan Keluarga
Kepedulian guru dan polisi selamatkan lansia penyintas stroke.
Penulis: Meja Redaksi Lidah Rakyat
Peristiwa - 02 Jun 2026 - Views: 36
image empty
Dokumentasi Remigius Ua
Hendratno Halim, saat berada di SMP Negeri Wini

LIDAHRAKYAT.COM – WINI, Kepedulian dan respons humanis ditunjukkan jajaran Polsek Insana Utara dalam membantu seorang pria lanjut usia penyintas stroke yang ditemukan berada di wilayah Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), sebelum akhirnya diantarkan kembali ke keluarganya di Kabupaten Belu.

Pria yang diketahui bernama Hendratno Halim (69) tersebut merupakan warga Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu. Ia diduga meninggalkan rumah sejak Minggu, 31 Mei 2026, karena merasa tertekan dengan kondisi yang dihadapinya.

Setelah meninggalkan rumah, Hendratno melakukan perjalanan menuju Wini menggunakan mobil rental. Sesampainya di wilayah SMP Negeri Wini, ia bertemu dengan sejumlah guru yang tinggal di kompleks mess sekolah.

Saat ditanya mengenai tujuan kedatangannya, Hendratno mengaku ingin mengajar di sekolah tersebut. Salah seorang guru penghuni mess, Lukas Kolo, kemudian membantunya dengan mengantar ke Penginapan Marjon Resort untuk beristirahat. Kepada para guru, Hendratno juga menyampaikan keinginannya untuk bertemu Kepala SMP Negeri Wini guna menyampaikan maksud kedatangannya.

Pada Selasa, 2 Juni 2026, Hendratno kembali mendatangi SMP Negeri Wini. Dengan kondisi stroke yang cukup berat dan harus berjalan menggunakan tongkat, ia menyampaikan niatnya kepada pihak sekolah.

Melihat kondisi pria lansia tersebut yang memerlukan perhatian dan penanganan khusus, pihak SMP Negeri Wini segera melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Insana Utara.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Insana Utara langsung bergerak cepat menuju lokasi dan menjemput Hendratno. Saat berada dalam pendampingan aparat kepolisian, Hendratno sempat meminta agar pihak keluarga tidak dihubungi.

Namun demikian, dengan pendekatan yang humanis, penuh kesabaran, dan mengedepankan komunikasi persuasif, personel Polsek Insana Utara terus memberikan pengertian kepada Hendratno bahwa kehadiran keluarga sangat penting demi keselamatan, kesehatan, dan perawatannya. Setelah dibujuk secara baik-baik, Hendratno akhirnya bersedia memberikan informasi yang diperlukan untuk menghubungi keluarganya.

Berkat gerak cepat dan koordinasi yang baik, keluarga Hendratno di Kabupaten Belu berhasil dihubungi. Tidak berhenti sampai di situ, sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian terhadap masyarakat, personel Polsek Insana Utara kemudian mengantar langsung Hendratno kembali ke kediaman keluarganya di Kabupaten Belu.

Setibanya di rumah, Hendratno diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan pendampingan serta perawatan yang lebih baik. Kehadiran aparat kepolisian yang mengantarkannya langsung mendapat sambutan hangat dari keluarga yang bersyukur karena anggota keluarganya dapat kembali dengan selamat.

Tindakan yang dilakukan Polsek Insana Utara ini mendapat apresiasi karena tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan dan perlindungan masyarakat, tetapi juga menunjukkan sisi kemanusiaan dalam membantu warga yang sedang mengalami kesulitan. Kesabaran aparat dalam membangun komunikasi dengan Hendratno menjadi kunci hingga ia akhirnya bersedia kembali ke pelukan keluarganya.

Peristiwa ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara masyarakat, pihak sekolah, dan aparat kepolisian dapat menghadirkan solusi bagi warga yang membutuhkan pertolongan. Kepedulian para guru SMP Negeri Wini yang memberikan bantuan awal serta respons cepat Polsek Insana Utara menjadi contoh nyata pelayanan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.(Red)