Selasa, 26 May 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Pemilihan Ketua OMK Sanjose Berlangsung Demokratis, Deddy Koten Terpilih Pimpin OMK Paroki Santo Yoseph Naikoten
Orang Muda Katolik (OMK)
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 26 May 2026 - Views: 87
image empty
Dok.lidahrakyat.com, foto/Koka Masan
Keterangan Foto : Organisasi Orang Muda Katolik (OMK) Sanjose Paroki OMK Sanjose Paroki St. Yoseph Naikoten resmi memiliki ketua baru setelah proses pemilihan yang berlangsung pada Selasa malam hingga pukul 22.28 WITA di Aula Gereja Gereja St. Yoseph Naikoten. (Dok : Istimewa)

LIDAHRAKYAT.COM — KUPANG,— Organisasi Orang Muda Katolik (OMK) Sanjose Paroki OMK Sanjose Paroki St. Yoseph Naikoten resmi memiliki ketua baru setelah proses pemilihan yang berlangsung pada Selasa malam hingga pukul 22.28 WITA di Aula Gereja Gereja St. Yoseph Naikoten. Dalam proses yang berlangsung demokratis dan penuh semangat persaudaraan itu, Deddy Koten berhasil memperoleh suara terbanyak dan ditetapkan sebagai Ketua OMK periode baru.

Pemilihan tersebut diikuti oleh perwakilan OMK dari sejumlah wilayah di paroki. Setiap wilayah mengutus dua orang sebagai pemilih dalam proses pemungutan suara. Dari hasil penghitungan akhir, Deddy Koten dari Wilayah 1 memperoleh 13 suara, sementara Oscar dari Wilayah 9 meraih 4 suara, dan Ani dari Wilayah 3 memperoleh 3 suara.

Adapun wilayah yang hadir dalam pemilihan tersebut yakni Wilayah 1, 2, 3, 5, 7, 9, 11, 12, 14, dan 18. Sementara wilayah yang tidak hadir antara lain Wilayah 4, 6, 8, 10, 13, 15, 16, 17, 19 serta Stasi Labat. Meski tidak seluruh wilayah hadir, jalannya pemilihan tetap berlangsung tertib, transparan, dan penuh antusiasme dari para peserta yang hadir.

Moderator OMK Sanjose, RD. Apolinus Dora, selaku pendamping OMK, Alexander Monny menyampaikan apresiasinya atas proses pemilihan yang dinilai berjalan dengan baik dan mencerminkan kedewasaan OMK dalam berorganisasi. Ia mengaku bangga melihat semangat demokrasi dan kekeluargaan yang terbangun selama proses berlangsung.

Menurut Alexander, keberanian para calon untuk maju serta keterlibatan seluruh peserta menjadi bukti bahwa OMK Sanjose terus bertumbuh menjadi organisasi yang hidup dan solid. Ia juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin dipilih bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani sesama dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan, Jofry Taus, yang juga merupakan Wakil Ketua OMK periode sebelumnya, menilai seluruh tahapan pemilihan berlangsung sangat transparan sehingga menciptakan suasana yang aman dan kondusif. Ia berharap ketua yang baru terpilih mampu membawa dampak positif bagi perkembangan OMK di tengah tantangan zaman milenial saat ini.

Jofry juga berharap kepengurusan baru nantinya mampu menghadirkan berbagai kegiatan yang merangkul kaum muda, baik di lingkungan Paroki St. Yoseph Naikoten maupun OMK dari luar paroki. Menurutnya, keterlibatan aktif orang muda menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga semangat pelayanan Gereja di tengah perkembangan sosial yang terus berubah.

Ketua OMK terpilih, Gaudensius Jati Lamauran, S.Pd., M.Pd., dalam tanggapannya menegaskan bahwa kepercayaan dan dukungan dari anggota OMK merupakan sesuatu yang sangat berharga. Ia menyebut bahwa komitmen, dedikasi, dan tanggung jawab yang dijalankan dengan tulus menjadi dasar penting untuk membangun hubungan yang baik dalam organisasi.

Menurut Gaudensius, keberadaan OMK harus terus menunjukkan eksistensinya bagi Gereja melalui pelayanan nyata dalam kehidupan mengumat. Ia berharap kepengurusan baru nantinya mampu menjaga semangat kebersamaan serta menghadirkan program-program yang berdampak positif bagi perkembangan iman dan kreativitas kaum muda Katolik.

Di sisi lain, Ketua Komisi II Kerasulan Awam dan Kategorial Dewan Pastoral Paroki St. Yoseph Naikoten, Abdi Keraf, turut menyampaikan rasa syukur atas suksesnya proses pemilihan tersebut. Ia menegaskan bahwa jabatan ketua OMK bukan sekadar posisi organisatoris, melainkan panggilan pelayanan untuk merangkul dan menggerakkan kaum muda Katolik agar semakin aktif di tengah Gereja dan masyarakat. Ia berharap OMK Sanjose menjadi wadah pembinaan generasi muda Katolik yang kreatif, solid, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus menjadi ruang lahirnya tokoh-tokoh Gereja dan masyarakat di masa depan.