Selasa, 26 May 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Pembersihan Gua Maria Siti Bitauni Dipersiapkan untuk Misa Penutupan Bulan Maria dan Bulan Liturgi Nasional 2026
Semangat Kerja Gotong Royong
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 26 May 2026 - Views: 99
image empty
Dok.lidahrakyat.com, foto/Koka Masan
Keterangan Foto : Pastor Paroki Santa Maria Mediatrix Omnium Gratiarum-Kiupukan turun langsung ke Gua Maria Siti Bitauni, kegiatan persiapan dan pembersihan pelataran Gua Bitauni, menyambut Misa Penutupan Bulan Maria sekaligus Bulan Liturgi Nasional Tahun 2026. Pada hari Selasa, (26/5/2026). (Dok : Koka Masan // Lidah Rakyat)

LIDAHRAKYAT.COM — KIUPUKAN,— Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong tampak mewarnai kegiatan pembersihan pelataran Gua Maria Siti Bitauni, yang berada di wilayah Paroki Santa Maria Mediatrix Omnium Gratiarum (MOG) Kiupukan, Dekenat Kefamenanu, Keuskupan Atambua. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk persiapan menyambut Misa Penutupan Bulan Maria sekaligus Bulan Liturgi Nasional Tahun 2026.

Pembersihan area gua dan taman ziarah tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari Pemerintah Kelurahan Bitauni, Pemerintah Desa Tapenpah, para tokoh umat, hingga masyarakat setempat yang datang dengan penuh antusias. Seluruh peserta bekerja bersama demi menciptakan suasana yang bersih, nyaman, dan layak digunakan untuk perayaan iman umat Katolik.

Pastor Paroki Kiupukan, Rm. Edmundus Sako, Pr., Pastor Pembantu Kiupukan, Rm. Yohanes Meak, Pr turut hadir dan turun langsung meninjau proses persiapan di lokasi Gua Maria Siti Bitauni. Kehadiran para imam di tengah umat menjadi bentuk dukungan dan motivasi bagi seluruh masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Dalam keterangannya kepada media ini, Rm. Edmundus Sako, Pr., menyampaikan bahwa Gua Maria Siti Bitauni akan digunakan sebagai pusat pelaksanaan Misa Penutupan Bulan Maria dan Bulan Liturgi Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026 mendatang. Karena itu, seluruh persiapan harus dilakukan dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, kegiatan persiapan ini bukan hanya sekadar membersihkan lokasi, tetapi juga menjadi bagian dari semangat pelayanan dan kebersamaan umat dalam menyambut perayaan rohani yang besar. Ia berharap seluruh umat Paroki Kiupukan dapat terlibat aktif dan mengambil bagian dalam setiap tugas yang telah dipercayakan.

Di sela-sela kegiatan, Romo Mundus juga memberikan motivasi kepada umat yang hadir. Dengan penuh semangat, ia mengajak seluruh umat Paroki Kiupukan untuk bekerja dengan hati yang gembira, penuh sukacita, dan semangat persaudaraan. Ia menegaskan bahwa setiap tugas pelayanan di gereja hendaknya dijalankan dengan rasa tanggung jawab dan cinta kasih.

“Kita bekerja bukan karena keterpaksaan, tetapi karena panggilan iman dan cinta kepada Tuhan serta Gereja,” ungkapnya di hadapan umat yang sedang bekerja membersihkan area gua dan sekitarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Insana, para Ketua Lingkungan, Ketua KUB, tokoh masyarakat, serta umat dari Kelurahan Bitauni dan Desa Tapenpah. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan adanya semangat persatuan dan kerja sama lintas elemen masyarakat dalam mendukung kegiatan gerejawi di wilayah tersebut.

Gua Maria Siti Bitauni sendiri merupakan salah satu tempat ziarah rohani yang cukup dikenal di Kabupaten Timor Tengah Utara. Berlokasi di Kelurahan Bitauni, Kecamatan Insana, gua ini dikenal sebagai gua alam yang memiliki suasana sejuk, asri, dan tenang sehingga sering dikunjungi umat dari berbagai daerah untuk berdoa dan berziarah.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, umat Paroki Kiupukan berharap pelaksanaan Misa Penutupan Bulan Maria dan Bulan Liturgi Nasional Tahun 2026 nantinya dapat berjalan lancar, khidmat, serta membawa berkat dan sukacita bagi seluruh umat yang hadir.