Senin, 09 Feb 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Pegiat Eko Enzim NTT, Romano Nopala Terima Penghargaan dari Letjen TNI (Purn) Sumarsono
Pertanian Ramah Lingkungan
Penulis: Meja Redaksi Lidah Rakyat
Lingkungan - 10 Jul 2025 - Views: 956
image empty
Dokumen Pribadi
Foto Romano Nopala

LIDAHRAKYAT.COM - Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan petani melalui pemanfaatan limbah organik mendapat pengakuan nasional. Romano Nopala, pegiat Eko Enzim asal Nusa Tenggara Timur, secara resmi menerima penghargaan dari Letjen TNI (Purnawirawan) Sumarsono, yang menjabat sebagai Penasehat Komunitas Eko Enzim Indonesia Bersatu.

Penghargaan ini disampaikan dalam bentuk piagam kehormatan yang dikirim langsung kepada Romano, sebagai simbol penghargaan atas dedikasi dan pengabdiannya kepada masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi Eko Enzim yang bermanfaat secara luas, terutama di sektor pertanian dan kesehatan lingkungan.

Dalam pesan lisannya, Letjen TNI (Purn) Sumarsono menyampaikan bahwa kontribusi Romano tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga mencerminkan semangat nasionalisme ekologis yang lahir dari kerja akar rumput.

 “Apa yang dilakukan saudara Romano merupakan bentuk nyata dari kepedulian dan ketekunan dalam menggerakkan perubahan dari hal-hal sederhana. Eko Enzim bukan sekadar solusi ekologis, tetapi juga bentuk pengabdian kepada bumi dan sesama. Kami sangat mengapresiasi kerja nyata ini,” ujar beliau dalam pesan yang diteruskan bersama piagam.

Romano Nopala adalah putra asli dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pelopor gerakan Eko Enzim di kawasan timur Indonesia. Ia aktif memproduksi dan mendistribusikan pupuk organik NPK berbasis Eko Enzim secara sukarela kepada para petani di TTU dan berbagai wilayah lainnya di NTT. Selain itu, ia juga menjadi narasumber dan pelatih lokal dalam berbagai pelatihan tentang pembuatan dan penggunaan Eko Enzim, baik secara langsung maupun daring.

Romano percaya bahwa perubahan besar dimulai dari kesadaran kecil di dapur rumah tangga. Baginya, Eko Enzim bukan hanya tentang mengolah limbah, tetapi juga cara hidup yang menghargai alam, memberdayakan petani, dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis.

Apresiasi atas penghargaan ini juga datang dari berbagai kalangan, termasuk dari Charles Malelak, yang dikenal sebagai tokoh pendiri Komunitas Eko Enzim NTT. Saat ini, Charles menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTU. Ia menegaskan bahwa perjuangan Romano adalah bagian dari misi besar bersama dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan di NTT.

“Saya mengenal baik perjuangan Romano sejak awal. Ia adalah kader lingkungan sejati. Di tengah keterbatasan, ia tetap konsisten membagikan pengetahuan dan produk Eko Enzim kepada para petani tanpa pamrih. Kami di Dinas Pertanian sangat mendukung gerakan ini dan terus mendorong masyarakat, khususnya petani, untuk beralih ke praktik pertanian organik dan ramah lingkungan menggunakan Eko Enzim,” ujar Charles Malelak.

Lebih lanjut, Charles menambahkan bahwa Komunitas Eko Enzim NTT telah menjadi wadah penting bagi pertukaran ilmu dan praktik baik, serta ruang kolaborasi antara masyarakat sipil, petani, dan pemerintah dalam menghadapi tantangan lingkungan dan pertanian modern.

Dalam pernyataannya usai menerima penghargaan, Romano menyampaikan bahwa ia tidak pernah membayangkan akan menerima penghargaan nasional atas kerja yang selama ini ia lakukan secara sukarela.

“Saya terharu dan bersyukur. Ini bukan penghargaan untuk saya pribadi, tapi untuk semua orang yang selama ini berjuang bersama. Para petani, relawan, ibu rumah tangga, dan anak-anak muda yang percaya bahwa dari sampah organik, kita bisa menciptakan kehidupan baru,” ungkap Romano.

Ia berharap penghargaan ini menjadi penyemangat baru bagi para pegiat lingkungan, khususnya di daerah-daerah terpencil, agar tidak menyerah dalam memperjuangkan bumi yang lebih bersih dan lestari. Ia juga berkomitmen untuk terus memperluas edukasi tentang manfaat Eko Enzim di wilayah NTT dan Indonesia Timur pada umumnya.

Gerakan Eko Enzim kini berkembang pesat di seluruh Indonesia. Dari gerakan kecil yang lahir di dapur rumah tangga, Eko Enzim telah menjelma menjadi gerakan nasional yang mampu menjawab berbagai persoalan lingkungan — mulai dari pencemaran air dan tanah, penurunan kualitas hasil pertanian, hingga persoalan limbah rumah tangga.

Romano Nopala dan komunitas pegiat Eko Enzim NTT adalah simbol harapan baru. Sebuah pengingat bahwa dari wilayah pinggiran pun, lahir gerakan besar yang memberi dampak nyata bagi bangsa dan planet ini.(Red)