LIDAHRAKYAT.COM- Sebanyak 85 anak dari Paroki St. Fransiskus dari Assisi Kolhua, Keuskupan Agung Kupang, bersama orangtua mereka mengikuti pertemuan perdana persiapan penerimaan Komuni Suci Pertama (Sambut Baru), yang digelar di aula paroki pada Selasa, 17 Maret 2026. Pertemuan ini menjadi langkah awal pembinaan iman bagi anak-anak menuju salah satu sakramen penting dalam Gereja Katolik.
Kegiatan tersebut dipimpin Pastor Paroki RD Longginus Bone, didampingi Ketua Ikatan Kateketik Kayetanus Korbaffo serta pengurus Dewan Pastoral Paroki bidang katekesis Yudith Sallasa Belle. Seluruh orangtua dan calon penerima komuni pertama hadir mengikuti pengarahan awal tersebut.
Dalam arahannya, Pastor Longginus Bone menyampaikan bahwa penerimaan Komuni Suci Pertama direncanakan berlangsung pada 7 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Ia menekankan pentingnya pembinaan intensif selama tiga bulan guna membekali anak-anak dengan pemahaman yang memadai tentang iman Katolik, khususnya Sakramen Ekaristi dan Tobat.
“Komuni Suci bukan sekadar seremoni, tetapi perjumpaan pribadi anak-anak dengan Kristus. Karena itu, pembinaan ini harus dijalani dengan sungguh-sungguh,” tegas Pastor Longginus Bone.
Ia juga mengingatkan peran penting katekis dan orangtua dalam mendampingi anak-anak selama proses pembinaan.
“Kami berharap orangtua tidak hanya menyerahkan anak-anak kepada katekis, tetapi ikut terlibat aktif dalam membentuk iman mereka di rumah,” tambahnya.
Pelaksanaan Komuni Suci tahun ini akan digelar secara terpusat di tingkat paroki dengan melibatkan anak-anak dari pusat paroki serta sejumlah stasi, termasuk Stasi St. Agustinus Bello dan Stasi Maria Fatima Noelsinas. Model pelaksanaan ini diharapkan memperkuat kebersamaan dan kesatuan umat dalam perayaan iman.
Ketua Ikatan Kateketik, Kayetanus Korbaffo, menyatakan bahwa sekitar 30 katekis telah disiapkan untuk mendampingi proses pembinaan selama tiga bulan ke depan.
“Kami sudah menyiapkan para katekis untuk mendampingi anak-anak secara maksimal. Harapannya, mereka tidak hanya memahami materi, tetapi juga sungguh menghayati iman yang mereka terima,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin dalam mengikuti seluruh tahapan pembinaan.
“Kehadiran dan keseriusan anak-anak dalam setiap pertemuan menjadi kunci agar mereka siap secara utuh sebelum menerima Komuni Suci,” lanjut Kayetanus.
Dalam pertemuan tersebut juga dibentuk panitia pelaksana kegiatan Komuni Suci 2026 yang diketuai Petrus Manek, didampingi Wakil Ketua Dedy Lapu, Sekretaris Merlin Jehanu, dan Bendahara Ayu. Pembentukan panitia ini diharapkan mampu memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar hingga hari pelaksanaan.
3.17K
141