Minggu, 26 Apr 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Menguatkan Tata Kelola Pertanian, Wabup TTU Soroti Kendala E-Monev dan Dorong Solusi Cepat
Perbaikan Sistem Penyuluh
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 25 Apr 2026 - Views: 91
image empty
dok.lidahrakyat.com/Koka Masan
Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Kamilus Elus, SH, menyoroti kendala teknis yang dihadapi para penyuluh pertanian dalam penginputan laporan keuangan Tahun Anggaran 2025 melalui aplikasi E-Monev. Hal tersebut disampaikan Kamilus usai mengikuti rapat koordinasi pada. Senin (20 April 2026). (Dok : Istimewa)

LIDAHRAKYAT.COM—JAKARTA,— Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Kamilus Elus, SH, menyoroti kendala teknis yang dihadapi para penyuluh pertanian dalam penginputan laporan keuangan Tahun Anggaran 2025 melalui aplikasi E-Monev.

Hal tersebut disampaikan Kamilus usai mengikuti rapat koordinasi pada Senin, 20 April 2026, di mana ia menyempatkan diri berdiskusi langsung dengan pihak Kementerian Pertanian (Kementan) terkait persoalan tersebut. Dalam pertemuan itu, Kamilus berdialog dengan perwakilan Kementan, yakni Pak Doni bersama Ibu Lina selaku Kepala Seksi Kelembagaan dan Ketenagaan Penyuluh pada Biro SDMA.

Fokus pembahasan mengarah pada masih adanya 33 penyuluh pertanian di wilayah TTU yang belum menginput laporan keuangan TA 2025 akibat gangguan jaringan pada aplikasi E-Monev. Menurut Kamilus, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi menghambat kelancaran administrasi dan pelaporan kinerja penyuluh di daerah.

“Setelah rapat koordinasi, saya berdiskusi dengan pihak Kementan terkait 33 penyuluh pertanian yang belum menginput laporan keuangan TA 2025 karena adanya gangguan jaringan pada aplikasi E-Monev,” ujar Wakil Bupati TTU.

Ia menegaskan bahwa perbaikan sistem menjadi langkah mendesak agar para penyuluh dapat segera menyelesaikan kewajiban pelaporan mereka tanpa kendala teknis yang berulang.

“Kami berharap perbaikan sistem dapat segera dilakukan sehingga para penyuluh dapat menyelesaikan tunggakan laporan tersebut dan efektivitas pelaksanaan tugas tetap terjaga,” tegas Kamilus.

Pemerintah Kabupaten TTU melalui koordinasi lintas sektor terus mendorong peningkatan kualitas sistem pendukung kerja penyuluh, demi memastikan pelayanan dan pendampingan kepada petani tetap berjalan optimal di tengah tantangan teknis yang ada.