LIDAHAHRAKAYAT.COM– Sukacita iman menyelimuti Pusat Paroki Paroki Santa Maria Pengantara Segala Rahmat Kiupukan pada Minggu (22/2/2026). Ratusan umat memadati gereja untuk mengikuti Misa Syukuran Imam Baru sekaligus misa perdana yang dipimpin langsung oleh Melkianus Maria Soko, OSM. Perayaan Ekaristi berlangsung penuh hikmat, agung, dan sarat nuansa syukur atas rahmat tahbisan yang baru saja diterima sang imam baru.
Imam pengkhotbah, P. Lukas Moensaku, OSM mengajak umat untuk memaknai panggilan imamat sebagai jalan pengabdian yang lahir dari kesetiaan dan ketekunan dalam proses. Ia menegaskan bahwa menjadi imam bukanlah tentang kehormatan pribadi, melainkan tentang kesiapsediaan untuk melayani dengan rendah hati di tengah umat.
“Imamat adalah rahmat sekaligus tanggung jawab besar untuk menghadirkan kasih Allah di tengah dunia,” ungkapnya dengan penuh penghayatan.
Hadir dalam perayaan tersebut, Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu, SH, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan salam proficiat atas rahmat tahbisan yang diterima Pater Melkianus. Ia mengimbau seluruh umat agar terus mendukung imam baru dengan doa dan kerja sama yang tulus. “Semoga peristiwa syukur ini menjadi berkat bagi kita semua, dan kiranya semakin banyak generasi muda terpanggil untuk bekerja di kebun anggur Tuhan,” ujarnya di hadapan umat yang memenuhi Gereja Paroki Kiupukan.
Ketua Panitia, Agustinus Naiheli, juga menyampaikan rasa bangga dan haru atas tahbisan tersebut. Ia menyampaikan proficiat kepada Pater Soko serta kepada kedua orang tua dan keluarga besar yang telah mempersembahkan putranya bagi Gereja Katolik. Menurutnya, momen ini hendaknya menjadi inspirasi bagi para orang tua di Paroki Kiupukan untuk mendidik dan menumbuhkan panggilan luhur dalam diri anak-anak mereka agar semakin banyak pelayan Tuhan lahir dari rahim paroki ini. Sementara itu, Romo Edmundus Sako, Pr selaku Pastor Paroki Kiupukan, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas panggilan yang diterima Pater Melkianus. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan umat yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi menyukseskan perayaan Ekaristi syukuran tersebut.
“Ini adalah buah kerja bersama dan tanda cinta umat kepada Gereja,” tuturnya.
Dalam ungkapan reflektifnya, Pater Melkianus menggambarkan imamat sebagai “pohon besar di tengah hutan” yang bertumbuh dari proses panjang, penuh tantangan dan cobaan. Ia menegaskan bahwa Gereja masih sangat membutuhkan banyak calon imam untuk mewartakan Injil keselamatan.
“Kami para imam adalah penjaga lilin-lilin umat agar tetap bercahaya kepada Tuhan. Karena itu, kami membutuhkan doa, kritik, dan dukungan dari umat sekalian,” ungkapnya dengan senyum penuh kewibawaan, menutup perayaan yang sarat makna dan harapan bagi masa depan Gereja di Kiupukan.(Koka Masan)
3.15K
141