Kamis, 28 May 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Kolaborasi Eko Enzim NTT Dukung Petani Desa Nonotbatan
Pertanian Ramah Lingkungan
Penulis: Meja Redaksi Lidah Rakyat
Peristiwa - 07 Mar 2026 - Views: 448
image empty
Dokumentasi Pribadi
Penyaluran Pupuk Eko Enzim di Lopo Eko Enzim NTT

LIDAHRAKYAT.COM- Yayasan Nusa Timur Mandiri bekerja sama dengan Komunitas Eko Enzim NTT menyalurkan pupuk organik berbasis eko enzim kepada para petani di Desa Nonotbatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), pada Jumat (6/02/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pertanian ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat.

Bantuan pupuk eko enzim tersebut disalurkan kepada tiga kelompok tani di Desa Nonotbatan, yaitu Kelompok Pacul Tani, Kelompok Tunas Muda, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Tunas Baru. Penyaluran ini diharapkan dapat membantu para petani meningkatkan kesuburan tanah serta memperbaiki kualitas tanaman secara alami tanpa ketergantungan berlebihan pada pupuk kimia.

Koordinator Komunitas Eko Enzim NTT, Romano Nopala, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa eko enzim merupakan solusi sederhana yang memiliki dampak besar bagi pertanian dan lingkungan.

“Eko enzim adalah hasil fermentasi limbah organik yang sangat bermanfaat bagi tanah dan tanaman. Dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar kita, para petani dapat menghasilkan pupuk alami yang murah, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Kami berharap para petani di Desa Nonotbatan dapat merasakan langsung manfaatnya,” ujar Romano.

Kegiatan ini turut difasilitasi oleh dua pendamping pertanian, yaitu Wenslaus Naben dan Aprianus Sonamnasi, yang selama ini aktif mendampingi kelompok tani di wilayah tersebut.

Menurut Wenslaus Naben, penggunaan pupuk organik seperti eko enzim sangat penting untuk menjaga kesehatan tanah dalam jangka panjang.

“Pendampingan kepada petani bukan hanya tentang meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan bahwa praktik pertanian tetap menjaga kelestarian tanah. Eko enzim menjadi salah satu alternatif yang baik untuk mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Aprianus Sonamnasi berharap program ini dapat mendorong para petani untuk mulai memproduksi eko enzim secara mandiri.

“Kami berharap kelompok tani yang menerima bantuan ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya. Jika petani mulai membuat eko enzim sendiri dari limbah organik rumah tangga, maka manfaatnya akan sangat besar bagi pertanian dan lingkungan,” katanya.

Para petani penerima bantuan menyambut baik kegiatan ini dan berharap kerja sama antara lembaga sosial, komunitas lingkungan, serta para petani dapat terus berlanjut demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Nusa Timur Mandiri dan Komunitas Eko Enzim NTT berharap semakin banyak masyarakat yang memahami dan memanfaatkan eko enzim sebagai solusi pertanian ramah lingkungan di Kabupaten Timor Tengah Utara. (Red)