Minggu, 03 May 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
IPL Kalibata City Naik Setelah 8 Tahun Stagnan, Mayoritas Penghuni Dukung
Kerja Benar dan Cerdas Untuk Perubahan
Penulis: Meja Redaksi Lidah Rakyat
Bisnis - 03 May 2026 - Views: 8
image empty
Dok. istimewa, MLU

LIDAHRAKYAT.COM – Setelah delapan tahun tanpa penyesuaian, Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, akhirnya naik. Bagi mayoritas penghuni, keputusan ini bukan hanya bisa dipahami, tapi juga dinilai sebagai langkah realistis menghadapi kebutuhan perawatan gedung yang kini hampir berusia dua dekade.

Suhadi, penghuni Tower Cendana sejak 2011, menyaksikan langsung perjalanan apartemen ini dari masa kejayaan hingga tanda-tanda penuaan mulai terlihat. Baginya, penyesuaian IPL adalah konsekuensi logis yang tak bisa dihindari.

"Kalau melihat kondisinya, penyesuaian IPL ini sangat bisa dipahami, apalagi sudah sekitar delapan tahun tidak ada penyesuaian," ujarnya kepada wartawan, Minggu (3/5/2026).

Lebih dari sekadar menerima, Suhadi justru khawatir jika penolakan terus diperpanjang. "Gedung yang tidak mendapat cukup dana perawatan akan berdampak pada kondisi utilitas dan fasilitas ke depan. Ini bukan ancaman, tapi matematika sederhana," tegasnya.

Errica, penghuni Tower Herbras, mengonfirmasi bahwa sosialisasi penyesuaian IPL sudah dilakukan melalui Rapat Umum Tahunan Anggota (RUTA). "Penjelasan sudah kami dapatkan, terutama dalam RUTA. Jadi dari sisi keterbukaan, menurut saya sudah cukup jelas," katanya.

Sebagai penghuni awal, Errica merasakan betul perubahan lingkungan hunian Selama bertahun-tahun—dari kondisi fasilitas hingga dinamika sosial antarwarga. Pengalaman itu membuatnya percaya bahwa kebijakan ini pada akhirnya akan kembali kepada penghuni dalam bentuk kenyamanan.

"Saya percaya penyesuaian IPL ini pada akhirnya akan kembali untuk kepentingan dan kenyamanan warga," ujarnya.

Ketua Pengurus P3SRS Kalibata City, Musdalifah Pangka, menegaskan bahwa proses penyesuaian sudah melalui pembahasan mendalam dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional. Transparansi, menurutnya, tetap menjadi prinsip utama.

Yang menarik, Suhadi mempertanyakan status pihak-pihak yang paling keras menolak kenaikan IPL. "Permintaan pembukaan laporan keuangan darian kelompok yang diragukan statusnya sebagai penghuni itu tidak realistis, mengingat mekanisme transparansi sudah berjalan lewat RUTA," katanya.

Musdalifah meminta semua pihak lebih objektif. "Polemik yang dibesar-besarkan oleh kelompok kecil justru mengorbankan kepentingan mayoritas yang ingin huniannya tetap aman dan terawat," tegasnya

IPL Kalibata City tidak disesuaikan selama 8 tahun, Untuk diketahuia bahwa Apartemen Kalibata City berdiri hampir 2 dekade. Laporan keuangan sudah disampaikan lewat forum RUTA. Penolakan datang dari sebagian kecil penghuni dengan status kepemilikan yang dipertanyakan

Polemik IPL di apartemen bukan hanya terjadi di Kalibata City. Di banyak hunian vertikal Jakarta dan kota besar lainnya, konflik antara penghuni dan pengelola soal iuran kerap muncul ketika penyesuaian dilakukan setelah periode panjang stagnan. Makin lama ditunda, makin besar loncatan yang dirasakan saat akhirnya naik. Di sinilah pentingnya penyesuaian berkala yang tersosialisasi dengan baik, bukan kenaikan mendadak yang memancing reaksi keras.

Bagi Suhadi dan Errica, pilihan sudah jelas: menerima penyesuaian hari ini, atau menanggung risiko kerusakan fasilitas di masa depan dengan biaya yang jauh lebih besar.