Rabu, 22 Apr 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Ide Banyak, Suara Minim: Pesan Keras untuk Generasi Muda di SMKN 1 Payakumbuh
Inspirasi Literasi Indonesia
Penulis: Redaksi LidahRakyat
Style - 22 Apr 2026 - Views: 24
image empty
Dok.lidahrakyat.com, foto/mlu

LIDAHRAKYAT.COM Payakumbuh, 21 April 2026. Arus informasi yang semakin deras di era digital justru menyisakan satu persoalan mendasar di kalangan pelajar banyak yang memiliki gagasan, namun sedikit yang berani mengungkapkannya.

Hal ini mengemuka dalam sesi literasi yang digelar di SMKN 1 Payakumbuh, menghadirkan pemateri Faaiz Naufal Syahputra. Dalam pemaparannya, ia menyoroti kecenderungan generasi muda yang lebih sering menjadi konsumen informasi dibandingkan penyampai gagasan. Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada kurangnya kemampuan berpikir, melainkan pada keberanian yang belum tumbuh. Banyak pelajar, kata dia, memilih untuk menyimpan pendapat karena khawatir dinilai salah atau tidak diterima.

“Yang terjadi hari ini bukan kekurangan ide, tapi kekurangan keberanian untuk menyampaikan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung peran media sosial yang, di satu sisi membuka akses informasi tanpa batas, namun di sisi lain mendorong kebiasaan menerima tanpa mempertanyakan. Akibatnya, tidak semua informasi diproses secara kritis.

Dalam konteks tersebut, kemampuan membedakan fakta dan opini menjadi hal yang krusial. Literasi, lanjutnya, tidak bisa lagi dipahami sebatas aktivitas membaca, tetapi harus mencakup kemampuan memahami, menganalisis, hingga mengomunikasikan kembali sebuah gagasan secara logis.

Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini menekankan interaksi dan refleksi, sehingga siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga diajak menyadari cara mereka berpikir. Faaiz turut membagikan pengalaman pribadinya tentang fase keraguan diri yang pernah ia alami. Ia menilai, banyak potensi tidak berkembang bukan karena keterbatasan kemampuan, melainkan karena ketakutan untuk memulai.

“Keberanian seringkali datang belakangan. Yang penting adalah memulai lebih dulu,” katanya.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya mampu memahami informasi dengan lebih baik, tetapi juga memiliki keberanian untuk menyampaikan pandangan mereka secara terbuka dan bertanggung jawab.

Di tengah dunia yang dipenuhi opini dan informasi, kemampuan untuk bersuara menjadi nilai penting yang membedakan antara sekadar mengikuti arus dan mampu menentukan arah