Senin, 09 Feb 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Ibu dan Bayi Terseret Arus Sungai di Bali, Duka Mendalam di Tengah Cuaca Ekstrem
Bencana Banjir
Penulis: Koka Masan
Peristiwa - 23 Jan 2026 - Views: 129
image empty
Istimewa
Korban Bencana Banjir

LIDAHRAKYAT.COM - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bali kembali menelan korban jiwa. Seorang ibu muda, Yuliana Da Costa Makun (28), bersama bayinya yang berusia 1,5 tahun, Audrey Natania Banafanu, warga asal Kupang, dilaporkan terseret arus sungai di Banjar Dinas Acak Kuwung, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Rabu (21/1/2026) dini hari.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WITA saat korban bersama keluarga sedang beristirahat di rumah kontrakan mereka. Warga sekitar mendengar suara gemuruh keras dari arah belakang rumah. Diduga, senderan tanah di bagian atas bangunan mengalami longsor dan jebol, sehingga material tanah menghantam dinding rumah serta memicu luapan air sungai yang masuk dengan deras ke dalam rumah.

Akibat kejadian tersebut, Yuliana dan bayinya terseret arus yang sangat kuat. Sementara itu, sang suami, Semi Christian Banafanu (31), berhasil menyelamatkan diri bersama anak pertama mereka, Nathalia (6). Meski selamat, keduanya mengalami luka-luka serta trauma berat akibat insiden tersebut.

Warga setempat yang mengetahui kejadian itu segera melakukan upaya pertolongan dan melaporkannya kepada aparat desa serta tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan. Proses pencarian korban pun langsung dilakukan menyusuri aliran sungai.

Hingga berita ini diturunkan, bayi Audrey Natania Banafanu telah berhasil ditemukan oleh tim SAR. Namun, keberadaan Yuliana Da Costa Makun masih dalam pencarian intensif. Tim gabungan terus melakukan penyisiran dengan memperluas area pencarian di sepanjang aliran sungai.

Tragedi ini menambah daftar panjang korban bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda Bali dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika terjadi hujan deras berkepanjangan.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Doa dan harapan terus mengalir agar korban segera ditemukan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi cobaan ini.(Koka)