Senin, 19 Jan 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Gema Literasi dari Kota Batu: SATUPENA Jawa Timur Mengetuk Langit di Nala FESTIVAL 2025
Inspirasi Hidup
Penulis: Meja Redaksi Lidah Rakyat
Peristiwa - 02 Jan 2026 - Views: 47
image empty
Dok. lidahrakyat.com

LIDAHRAKYAT.COM Di pengujung tahun 2025, Kota Batu tidak hanya bersolek dengan dingin udaranya yang khas, tetapi juga dengan hangatnya semangat kemanusiaan yang dipancarkan oleh para intelektual, Persatuan Penulis Indonesia (SATUPENA) Jawa Timur, khususnya melalui KOTA BATU SATUPENA JAWA TIMUR dan Komunitas Puisi Esai Jawa Timur yang menorehkan tinta emas dalam perhelatan akbar NalaFEST 2025.

Acara yang dipusatkan di Nala Eco Point ini menjadi panggung pembuktian bahwa penulis bukan sekadar pengamat zaman, melainkan penggerak perubahan. Di bawah panji SATUPENA, para penulis dan budayawan bersatu padu mendukung misi kemanusiaan untuk pemulihan bencana di Sumatera.

Puisi Esai dan Mocopat: Senjata Ampuh Mengetuk Empati

​Pemberian piagam penghargaan kepada tokoh-tokoh seperti Drs. Akaha Taufan Aminudin dan Yani Andoko, SH. menjadi pengakuan atas kekuatan genre Puisi Esai. Melalui media ini, fakta bencana dan realitas sosial diolah menjadi karya sastra yang menyentuh sisi emosional publik, mendorong mereka untuk lebih peduli dan berbagi.

​Tak ketinggalan, kehadiran Ki Syamsu Soeid yang membacakan Sebuah Puisi Esai, BUKIT ITU MENANGIS MENIMBUN SATU KELUARGA Karya Denny JA Penggagas Puisi Esai semakin melengkapi acaranya Kemanusiaan di Kota Batu. Serta kehadiran Pangripta Ki Sutopo dengan seni Mocopat-nya memberikan kedalaman spiritual pada acara tersebut. Kolaborasi antara sastra modern (Puisi Esai) dan sastra tradisional (Mocopat) menciptakan harmoni yang mencerminkan kekayaan intelektual Jawa Timur.

Sinergi SATUPENA dan TNI AL

​Penghargaan yang ditandatangani oleh Danlanal Malang, Kolonel Laut (P) Agus Haryanto, menegaskan adanya hubungan strategis antara militer dan masyarakat sipil, khususnya komunitas penulis. Ini adalah simbol bahwa kedaulatan bangsa juga harus dijaga melalui ketahanan budaya dan literasi.

"SATUPENA hadir untuk memastikan bahwa setiap peristiwa penting di negeri ini, baik suka maupun duka, memiliki catatan tertulis yang bermartabat. Di NalaFEST, kami menulis untuk kemanusiaan," ujar Ki Sutopo

​Menyalakan Obor Literasi di Jawa Timur

Melalui KOTA BATU SATUPENA Jawa Timur membuktikan bahwa Kota Batu bukan hanya destinasi wisata alam, tetapi juga "Kawah Candradimuka" bagi para penulis yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Piagam yang diterima para tokoh ini adalah simbol nyala api literasi yang tidak boleh padam. Acara ini ditutup dengan keyakinan baru: bahwa dari jemari para penulis, dari bait-bait puisi, dan dari kolaborasi lintas organisasi, beban saudara-saudara kita di Sumatera dapat diringankan.

​Daftar Penerima Piagam dari Unsur Literasi & Budaya: Drs. Akaha Taufan Aminudin Koordinator Komunitas Puisi Esai Jawa Timur (Puisi Esai / KETUA UMUM SATUPENA JAWA TIMUR), ​Yani Andoko, Komunitas Puisi Esai Jawa Timur (Puisi Esai / SATUPENA JAWA TIMUR), ​Ki Syamsu Soeid (Pelestari Seni Tradisional Mocopat, Komunitas Puisi Esai Jawa Timur, Ketua Humas SATUPENA JAWA TIMUR), Ki Sutopo (Pelestari Seni Tradisional Mocopat, Biro Sastra Mocopat SATUPENA JAWA TIMUR).

KOTA BATU SATUPENA JAWA TIMUR & Komunitas Puisi Esai Jawa Timur (KPJ)

Selamat Tahun Baru 2026 Semangat Sepanjang Masa Succesful Sedulur SatuPena SatuHati SatuJiwa SatuRasa KOMPAK KEBERSAMAAN TERUS BERGERAK PESAT Melejit ✒️

Jumat, 2 Januari 2026
Akaha Taufan Aminudin, Sisir Gemilang Kampung Baru Literasi SIKAB Himpunan Penulis Pengarang Penyair Nusantara HP3N Kota Batu Wisata Sastra Budaya SATUPENA JAWA TIMUR