Senin, 25 May 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Di Usia 20 Tahun, Namanya Mulai Muncul di Dunia Literasi, Siapa Sebenarnya Faaiz Naufal Syahputra
Inspirasi Literasi Indonesia
Penulis: Meja Redaksi Lidah Rakyat
Sorot - 25 May 2026 - Views: 5
image empty
Dok. istimewa, pribadi

LIDAHRAKYAT.COM Tidak banyak anak muda seusianya yang memilih bertahan di dunia literasi. Namun Faaiz Naufal Syahputra justru menjadikan tulisan sebagai ruang untuk meninggalkan jejak pemikiran dan emosi.

Lahir di Bekasi pada 16 Maret 2005 dan memiliki darah Minangkabau dari Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Faaiz dikenal sebagai sosok muda yang aktif menulis sejak remaja. Karya-karyanya telah hadir di berbagai media nasional. Di balik penampilannya sebagai mahasiswa Pariwisata Universitas Negeri Padang, tersimpan sosok penulis yang terus mengeksplorasi banyak warna dalam dunia literasi. Mulai dari puisi, artikel sosial budaya, hingga karya dengan nuansa psikologis dan misterius.

Perjalanan kepenulisannya kembali menjadi perhatian setelah hadirnya karya tunggal berjudul “Jejak Dari Dunia Yang Tak Terlihat”. Buku tersebut memperlihatkan sisi baru dari Faaiz sebagai penulis muda yang berani keluar dari zona nyaman dan membangun cerita dengan atmosfer yang tenang, gelap, namun emosional. Berbeda dari kebanyakan karya generasi muda yang mengejar sensasi cepat, tulisan Faaiz justru bermain pada suasana dan kedalaman rasa. Ia membangun cerita secara perlahan, membuat pembaca tenggelam dalam pertanyaan, kesunyian, dan hal-hal yang sulit dijelaskan oleh logika.

Dalam profil penulisnya, Faaiz pernah menuliskan bahwa seorang penulis tidak boleh takut mencoba hal baru. Baginya, menulis adalah ruang eksplorasi tanpa batas.

Prinsip itu kini mulai terlihat nyata dalam perjalanan namanya di dunia literasi Indonesia.

Dan mungkin, seperti kutipan yang ia percaya;

“Setiap kata adalah denyut nadi yang menolak dilupakan oleh waktu.”