LIDAHRAKYAT.COM- Di tengah dominasi laki-laki dalam institusi Kepolisian Republik Indonesia, sosok AKBP Eliana Papote, SIK, MM tampil sebagai simbol ketangguhan, profesionalisme, dan perubahan. Perwira menengah Polri asal Nusa Tenggara Timur ini mencatat sejarah sebagai Kapolres Timor Tengah Utara (TTU), sebuah pencapaian yang mencerminkan kemajuan perempuan dalam sektor penegakan hukum.
Lahir di Kupang, 18 Januari 1985, Eliana Papote tumbuh dalam lingkungan yang membentuk karakter disiplin dan berorientasi pada prestasi. Pendidikan menengah ditempuh di SMA Negeri 1 Kupang, yang menjadi titik awal lahirnya tekad untuk mengabdi kepada negara. Komitmen tersebut mengambil lolos seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) dan resmi dilantik sebagai petugas Polri pada tahun 2006. Kariernya dimulai di Polda Kalimantan Tengah sebagai Perwira Pembina Penegakan Hukum di bidang lalu lintas. Pengalaman lapangan yang kompleks di fase awal ini membentuk kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang kuat. Ia dikenal sebagai sosok yang profesional, adaptif, dan konsisten dalam menjalankan tugas.
Pada tahun 2015, Eliana kembali ke Nusa Tenggara Timur dan bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda NTT sebagai Perwira Urusan Registrasi dan Identifikasi (Regident). Dalam peran ini, ia tidak hanya menunjukkan kompetensi teknis, tetapi juga kepedulian yang tinggi terhadap pelayanan publik. Di tengah kesibukan dinas, ia berhasil menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen.
Tidak penting dalam kariernya terjadi pada tahun 2020 saat dipercaya menjabat sebagai Wakapolres Manggarai Barat. Jabatan ini menjadi bukti kepercayaan institusi terhadap kapasitas kepemimpinannya. Ia aktif membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus memperkuat profesionalisme internal kepolisian. Sebagai bagian dari pengembangan karier, Eliana juga mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah Polri (Sespimmen), yang menjadi tahapan strategis bagi pengintai yang diproyeksikan memenuhi jabatan pimpinan.
Puncak pengabdiannya terjadi pada mutasi Polri akhir tahun 2024, ketika ia ditunjuk sebagai Kapolres Timor Tengah Utara. Ia resmi menjabat pada 13 Januari 2025 dan menjadi salah satu polisi wanita yang dipercaya memimpin wilayah dengan karakteristik kompleks, termasuk pertahanan keamanan di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste.
Di usia sekitar 40 tahun, AKBP Eliana Papote menunjukkan kematangan kepemimpinan dengan pendekatan yang humanis namun tetap tegas dalam penegakan hukum.
Di bawah kepemimpinannya, Polres TTU mengedepankan strategi preventif dan kolaboratif bersama masyarakat. Ia juga memberikan perhatian serius terhadap masalah sosial, seperti konsumsi minuman keras yang sering menjadi pemicu tindak kriminal. Lebih dari sekadar penegak hukum, AKBP Eliana Papote hadir sebagai sosok inspiratif. Ia membuktikan bahwa perempuan Indonesia Timur mampu berdiri sejajar, bahkan memimpin, di garis depan pengabdian kepada bangsa dan negara. (Koka Masan)
3.17K
141