Senin, 08 Jun 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Bupati TTU Tinjau 3 Pos Imigrasi Perbatasan, Siapkan Layanan Lebih Dekat untuk Warga
Kerja Benar dan Cerdas Untuk Perubahan
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 07 Jun 2026 - Views: 205
image empty
Dok.lidahrakyat.com, foto/Koka Masan
Keterangan Foto : Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus memperkuat pelayanan publik di wilayah perbatasan. Pada Rabu, 3 Juni 2026, Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, bersama Wakil Bupati Kamillus Elu dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur, Arvin Gumilang, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah pos imigrasi di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. (Dok : Istimewa)

Pemkab TTU bersama Imigrasi NTT evaluasi Haumeni Ana, Napan, dan Aplasi jelang penguatan Kantor Imigrasi

LIDAHRAKYAT.COM – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara terus memperkuat pelayanan publik di wilayah perbatasan. Pada Rabu 3/6/2026, Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo bersama Wakil Bupati Kamillus Elu dan Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi NTT Arvin Gumilang melakukan kunjungan kerja ke sejumlah pos imigrasi di perbatasan Indonesia–Timor Leste. Kunjungan mencakup Pos Imigrasi Haumeni Ana, Pos Napan, dan Pos Imigrasi Aplasi. Agenda ini bagian dari persiapan peningkatan layanan keimigrasian di TTU, khususnya menjelang penguatan operasional Kantor Imigrasi yang akan melayani masyarakat Kelurahan Aplasi, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Dalam peninjauan lapangan, rombongan mengecek langsung kondisi fasilitas, sarana, dan prasarana tiap pos. Evaluasi dilakukan untuk memastikan infrastruktur siap mendukung layanan keimigrasian yang lebih efektif dan profesional di kawasan perbatasan negara. Bupati Yosep menegaskan peningkatan kualitas layanan keimigrasian adalah kebutuhan penting bagi warga TTU karena berbatasan langsung dengan Timor Leste. Kehadiran layanan yang lebih dekat dinilai memberi manfaat besar.

“Peningkatan kualitas layanan keimigrasian merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat TTU. Kehadiran layanan yang lebih dekat akan memberikan manfaat besar bagi warga,” ujar Yosep.Selain meningkatkan pelayanan publik, fasilitas keimigrasian memadai juga diharapkan memperkuat pengawasan lalu lintas orang dan aktivitas lintas batas. Langkah itu penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di perbatasan.

Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi NTT Arvin Gumilang menyampaikan penguatan layanan imigrasi di TTU adalah komitmen pemerintah menghadirkan layanan mudah dijangkau masyarakat perbatasan.

“Peningkatan kapasitas layanan akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus paspor maupun dokumen keimigrasian lainnya. Warga tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Kabupaten Belu,” kata Arvin.

Ia menambahkan, kemudahan akses layanan publik dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan mobilitas masyarakat, dan memperkuat konektivitas kawasan perbatasan.

Kunjungan ini sekaligus mempererat koordinasi antara Pemkab TTU dan Ditjen Imigrasi agar program pelayanan keimigrasian berjalan optimal dan berkelanjutan. Kedua pihak berharap masyarakat merasakan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas sebagai bagian dari komitmen membangun kawasan perbatasan yang maju, aman, dan berdaya saing.