Sabtu, 06 Jun 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Buka Pendaftaran Seminari Lalian, Keuskupan Atambua Siapkan Calon Imam Berkarakter dan Berdaya Saing
Kerja Bersama Untuk Indonesia Maju
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 18 Mar 2026 - Views: 310
image empty
Dokumen Pribadi
Format Pengumuman Pendaftaran

LIDAHRAKYAT.COM-Keuskupan Atambua kembali membuka pendaftaran peserta didik baru untuk Seminari SMAS Lalian, Lalian, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, NTT Tahun Ajaran 2026–2027. Kesempatan ini ditujukan bagi generasi muda Katolik yang memiliki panggilan untuk melayani Gereja melalui jalur pendidikan seminari.

Pendaftaran telah dibuka sejak 21 Februari dan akan berlangsung hingga 30 Mei 2026. Calon siswa dapat mendaftarkan diri secara langsung di kantor Tata Usaha seminari pada jam kerja. Sebagai lembaga pendidikan berbasis seminari, SMAS Seminari Lalian mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pelatihan karakter, kedisiplinan, serta kehidupan rohani. Para siswa dibentuk untuk memiliki kedalaman iman, keutuhan pribadi, serta kemampuan intelektual yang memadai sebagai calon imam masa depan.

Proses seleksi akan dilaksanakan melalui ujian masuk pada 22–23 Juni 2026 di SMAS Seminari Lalian. Materi yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, tes IQ, serta wawancara untuk mengukur kesiapan, motivasi, dan komitmen calon peserta.

Persyaratan pendaftaran antara calon peserta lain merupakan siswa laki-laki yang sehat jasmani dan rohani, sedang duduk di kelas IX SMP, serta memiliki niat kuat untuk menjadi calon imam. Selain itu, pendaftar wajib melengkapi dokumen seperti surat rekomendasi pastor paroki dan surat persetujuan dari orang tua.

Pihak seminari menegaskan bahwa proses seleksi ini dirancang secara ketat untuk memastikan setiap calon yang diterima benar-benar siap menjalani proses pendidikan di lembaga tersebut.

Melalui program pendidikan yang komprehensif, SMAS Seminari Lalian diharapkan terus melahirkan calon imam yang berkarakter kuat, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan zaman dalam pelayanan Gereja dan kehidupan masyarakat.