Senin, 15 Dec 2025
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Bank Eko Enzim NTT Distribusikan 2 Ton Pupuk NPK Eko Enzim untuk KWT Pelangi di Desa Manunain B, Kecamatan Insana, TTU
Pertanian Ramah Lingkungan
Penulis: Meja Redaksi Lidah Rakyat
Lingkungan - 07 Jul 2025 - Views: 786
image empty
Dok.Lidahrakayat.com
Kegiatan Distribusi NPK Eko Enzim kepada KWT Pelangi Desa Manunain B

LIDAHRAKYAT.COM - Sebagai bagian dari gerakan ekologis dan ketahanan pangan lokal, Bank Eko Enzim Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menyalurkan bantuan pupuk ramah lingkungan kepada komunitas tani di pedesaan. Kali ini, giliran Kelompok Wanita Tani (KWT) Pelangi di Desa Manunain B, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang menerima bantuan berupa 2 ton pupuk NPK berbasis Eko Enzim.

Bantuan ini diterima langsung oleh pengurus dan anggota KWT Pelangi yang datang ke lokasi distribusi. Menurut Veronika Naikofi, selaku Sekretaris KWT Pelangi, ini merupakan pengalaman pertama kelompok mereka memperoleh pupuk langsung dari Bank Eko Enzim NTT, setelah sebelumnya hanya mendengar informasi tentang manfaat dan efektivitas Eko Enzim dari berbagai media dan cerita antarpetani.

"Selama ini kami hanya mendengar tentang Eko Enzim, tetapi baru pertama kali kami datang langsung ke Bank Eko Enzim NTT dan menerima bantuan pupuk ini. Kami sangat berterima kasih dan merasa senang karena ini sangat membantu kami, terutama untuk pengolahan sawah tahap kedua yang segera kami kerjakan," ujar Veronika.

Ia juga menambahkan bahwa kelompok mereka sangat berharap dengan penggunaan pupuk NPK Eko Enzim, hasil panen mereka ke depan dapat meningkat secara signifikan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. KWT Pelangi sendiri saat ini sedang fokus mengembangkan pertanian padi sawah di lahan-lahan produktif desa.

Bank Eko Enzim NTT dikenal aktif mendorong pola pertanian ekologis dengan memanfaatkan Eko Enzim—larutan hasil fermentasi limbah dapur organik—yang dipadukan dalam komposisi pupuk NPK ramah lingkungan. Produk ini terbukti mampu memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan daya serap nutrisi tanaman, serta membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sintetis yang mahal dan berdampak jangka panjang terhadap lingkungan.

Koordinator Bank Eko Enzim NTT menyatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program "Tani Sehat, Bumi Lestari", yang bertujuan untuk mengedukasi dan memfasilitasi para petani lokal agar beralih ke sistem pertanian yang lebih alami, murah, dan berkelanjutan.

"Kami ingin memastikan bahwa petani di desa-desa, khususnya kelompok wanita tani, mendapat akses ke teknologi pertanian ekologis yang sudah terbukti berhasil di banyak tempat. Bank Eko Enzim NTT hadir untuk mendukung ketahanan pangan, memberdayakan perempuan desa, dan menjaga keseimbangan lingkungan hidup," ungkapnya.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk para relawan Eko Enzim, komunitas lokal, dan para petani muda, gerakan ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain di NTT.

Bantuan pupuk ini bukan hanya soal distribusi bahan, tetapi juga bagian dari pendekatan transformasi pertanian secara menyeluruh, yang mencakup edukasi, pelatihan, pendampingan, dan pembentukan ekosistem pertanian yang mandiri dan berkelanjutan.

Penyaluran pupuk ini juga menjadi momentum penting bagi KWT Pelangi untuk memperluas kerja kolektif mereka dalam mendukung pertanian desa yang produktif dan ramah lingkungan. Dengan semangat gotong royong dan dukungan teknologi hijau, KWT Pelangi berharap dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya di Kabupaten TTU. (Roman)