Selasa, 30 Jun 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Bupati TTU Bekukan Izin RSU Leona Buntut Kematian Dokter Icha: Jangan Hanya Pakai Tenaga, Beri Tanggung Jawab!
Manajemen RSU Leona Kefamenanu Tidak Kooperatif dan Tertutup.
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 29 Jun 2026 - Views: 54
image empty
dok.lidahrakyat.com/Koka Masan
Keterangan Foto : Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo. ( Dokumentasi: Koka Masan // Lidah Rakyat )

LIDAHRAKYAT.COM — KEFAMENANU, —Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, mengancam membekukan seluruh izin perpanjangan Rumah Sakit Umum (RSU) Leona Kefamenanu, NTT. Langkah tegas itu diambil menyusul kematian dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Dokter Icha pada Jumat (26/6/2026).

Falent, sapaan akrab Bupati TTU, menyebut manajemen RSU Leona tidak kooperatif dan tertutup terkait kronologi meninggalnya Dokter Icha. 

"Saya sudah panggil Kadis Kesehatan, supaya semua pengajuan izin perpanjangan Rumah Sakit Leona di TTU saya bekukan," ujar Bupati Falent kepada wartawan, Minggu (28/6/2026).

"Sampai saat ini kami tidak menerima satupun keterangan yang diberi maupun update dari mereka soal kejadian ini," imbuhnya.

Tuntut Bukti CCTV dan Pertanggungjawaban RS

Sebagai Bupati, Falent mengaku harus mencari tahu sendiri perkembangan kasus tersebut. Dokter Icha diketahui merupakan putri daerah penerima beasiswa Pemda TTU yang bertugas di Puskesmas Bitefa dan diperbantukan di IGD RS Leona.

Ia menyayangkan sikap rumah sakit yang dinilai hanya memanfaatkan tenaga dokter tanpa memberikan perlindungan. 

"Jangan hanya menggunakan tenaga saja, tetapi berikanlah tanggung jawab sedikit. Saya sampai detik ini tidak mendapatkan laporan apapun. Ini yang kami sesalkan," tegas Falent.

Bupati juga meminta agar rekaman CCTV RS Leona diamankan dan diserahkan ke polisi untuk kepentingan penyelidikan.

Diduga Depresi Akibat Intimidasi Anggota DPRD

Dokter Icha meninggal dunia diduga karena depresi berat usai mengalami intimidasi saat bertugas di IGD RS Leona. Peristiwa itu terjadi saat Icha menangani pasien anak korban gigitan ular hijau.

Dua orang yang mengaku anggota DPRD TTU, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, disebut mendatangi IGD dengan nada keras. Pasien yang ditangani Icha merupakan keponakan Therensius.

"Dokter Icha masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas," ungkap paman korban, Victor Manbait, Jumat (26/6/2026).

Usai kejadian, Icha disebut menangis di rumah sakit. Tak lama kemudian ia ditemukan dalam kondisi lemah di kediamannya dan meninggal dunia.

Pemda TTU kini menunggu hasil penyelidikan polisi terkait dugaan intimidasi yang menimpa almarhumah Dokter Icha Pakaenoni. (*)

 

Editor : Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil