Kamis, 30 Jul 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Wakil Bupati TTU Serahkan Kunci Rumah kepada Tiga Warga Naob Terdampak Bencana
Pemerintah Hadir, Harapan Warga Kembali Tumbuh.
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 30 Jul 2026 - Views: 36
image empty
dok.lidahrakyat.com/Koka Masan
Keterangan Foto: Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Kamilus Elu, S.H., menyerahkan secara simbolis kunci rumah bantuan kepada tiga warga Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur, korban bencana tahun 2025, pada Selasa (29/7/2026). Penyerahan tersebut menjadi wujud kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat sekaligus mendorong pelestarian lingkungan, budaya, dan nilai-nilai keluarga. (Dokumentasi : Koka Masan // Lidah Rakyat)

LIDAHRAKYAT.COM — KEFANENANU,— Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) kembali menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat dengan menyerahkan kunci rumah bantuan kepada tiga warga Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara, yang terdampak bencana pada 2025 lalu. Penyerahan kunci tersebut berlangsung pada hari Selasa, 29 Juli 2026, di Oepope, Desa Naob.

Tiga warga yang menerima bantuan rumah tersebut masing-masing Maria Nenabu, Simon Anin, dan Emanuel Bani. Penyerahan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu, S.H., dalam sebuah kegiatan yang turut melibatkan pemerintah kecamatan, lintas sektor, aparatur sipil negara (ASN), pemerintah desa, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa penanganan dampak bencana tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan dan memberikan manfaat bagi kehidupan mereka.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kamilus Elu mengajak seluruh pihak untuk terlebih dahulu mensyukuri segala berkat yang diberikan Tuhan. Menurutnya, hadirnya rumah bantuan tersebut merupakan bagian dari jalan yang dibukakan Tuhan melalui kepemimpinan daerah dan kerja bersama pemerintah.

“Pemerintah harus hadir dan mendekatkan negara kepada warga yang membutuhkan perhatian,” demikian pesan yang disampaikan Wabup Kamilus. Ia menegaskan, perhatian pemerintah kepada masyarakat tetap harus diwujudkan meskipun saat ini pemerintah berada dalam suasana efisiensi anggaran.

Kamilus juga meminta tiga penerima bantuan agar menjaga rumah yang telah diberikan dengan penuh tanggung jawab. Rumah tersebut, katanya, bukan sekadar bangunan fisik, tetapi tempat tumbuhnya kehidupan keluarga, sehingga harus dirawat agar menjadi ruang yang menghadirkan kenyamanan, kedamaian, dan berkat bagi setiap anggota keluarga yang menempatinya.

Selain menjaga bangunan, penerima bantuan juga diminta memperhatikan lingkungan sekitar rumah. Pesan tersebut ditandai secara simbolis dengan penanaman tanaman lengkeng di halaman rumah bantuan. Tanaman tersebut diharapkan dapat tumbuh dan menjadi bagian dari lingkungan yang hijau sekaligus menjadi “beton alam” yang melengkapi bangunan rumah.

Pesan berikutnya berkaitan dengan pelestarian budaya dan kearifan lokal. Kamilus mengajak masyarakat untuk tetap mempertahankan tradisi yang diwariskan para leluhur, salah satunya dengan menanam siri dan pinang di sekitar rumah.

Menurutnya, siri dan pinang bukan hanya tanaman biasa bagi masyarakat Timor, tetapi memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat. Ketika ada tamu datang, tradisi makan siri pinang menjadi salah satu bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih kepada mereka yang hadir. Hal tersebut juga tercermin dalam kegiatan penyerahan rumah bantuan ketika masyarakat dan berbagai pihak dapat berkumpul serta makan siri pinang bersama.

Kamilus selanjutnya menekankan pentingnya keluarga sebagai tempat pertama dalam membentuk karakter generasi penerus. Rumah yang telah diberikan pemerintah hendaknya tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan, tanggung jawab, kebersamaan, saling menghormati, dan kepedulian kepada anak-anak.

Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi Maria Nenabu, Simon Anin, dan Emanuel Bani bersama keluarga masing-masing. Rumah yang diterima diharapkan mampu memberikan rasa aman setelah mereka mengalami dampak bencana pada 2025 lalu sekaligus menjadi tempat membangun kembali harapan dan masa depan.

Penyerahan kunci rumah di Oepope akhirnya bukan sekadar seremoni pemerintahan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa ketika pemerintah, masyarakat, aparatur desa, kecamatan, ASN, BPD, dan lintas sektor bergerak bersama, persoalan masyarakat dapat dihadapi dengan semangat gotong royong. Dari rumah yang dibangun kembali, diharapkan tumbuh keluarga yang kuat, lingkungan yang terjaga, budaya yang tetap hidup, serta generasi penerus yang memiliki nilai dan karakter yang baik. (*)

 

Editor : Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil