Kamis, 10 Sep 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMP Negeri Wini Jadi Wadah Pembelajaran Demokrasi Siswa
Pemilihan OSIS SMP Negeri Wini
Penulis: REMIGIUS UA
Peristiwa - 10 Sep 2026 - Views: 46
image empty
Dok. SMP Negeri Wini
Proses Pemilihan OSIS SMP Negeri Wini

LIDAH RAKYA.COM— SMP Negeri Wini melaksanakan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026/2027, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk memperoleh pengalaman nyata dalam sekaligus memahami pemahaman nilai-nilai demokrasi di lingkungan sekolah.

Pemilihan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh antusiasme warga sekolah. Dua paket calon bersaing mendapatkan kepercayaan pemilih, yakni Paket 1 Brigita Bisela Bitin Berek (VIIIA) dan Irlania A. Bana (VIIA), serta Paket 2 Mersiana Suru (VIIIB) dan Raymunda Elisabeth Misa (VIIA).

Kedua paket sebelumnya telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari penyampaian visi dan misi hingga proses kampanye kepada warga sekolah. Paket 1 mengusung visi “Sekolah Rindang, Kita Bahagia”, sementara Paket 2 membawa visi “Stop Bullying, Kita Majukan SMP Negeri Wini”.

Pembina OSIS SMP Negeri Wini, Frederikus Bana, menjelaskan bahwa pemilihan yang dilaksanakan hari ini merupakan puncak dari rangkaian proses yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Menurutnya, tahapan tersebut dimulai dari pembentukan panitia, penjaringan bakal calon, penetapan calon, pemaparan visi dan misi, debat calon, sosialisasi tata cara pemilihan, hingga akhirnya memasuki tahap pemilihan suara.

“Sebelum sampai pada proses hari ini, ada tahapan-tahapan yang telah dilalui, mulai dari pembentukan panitia, penjaringan bakal calon, penetapan calon, pemaparan visi dan misi, debat calon, sosialisasi tata cara pemilihan hingga puncaknya hari ini adalah pemilihan,” ujar Frederikus Bana.

Ia menambahkan, seluruh proses berjalan aman dan tertib. Lebih dari sekedar memilih pengurus OSIS, kegiatan tersebut menurutnya menjadi bagian dari pendidikan karakter sekaligus demokrasi pembelajaran bagi siswa.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan SMP Negeri Wini, Frederikus Jehatu, menjelaskan bahwa pelaksanaan pemilihan berawal dari hasil rapat bersama kepala sekolah dan dewan guru.

Setelah mendapatkan petunjuk dan instruksi dari kepala sekolah, kemudian berkoordinasi dengan Pembina OSIS untuk melaksanakan rapat pembentukan panitia.

“Kepanitiaan kita libatkan siswa, sehingga proses berdemokrasi ini dapat berjalan dan siswa bisa mengalami secara langsung bagaimana sebuah proses demokrasi dilaksanakan,” jelas Frederikus Jehatu.

Keterlibatan siswa dalam kepanitiaan menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman praktis. Siswa tidak hanya mempelajari demokrasi melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga mengalami secara langsung bagaimana sebuah proses pemilu dilaksanakan.

Mulai dari persiapan, sosialisasi, pelaksanaan pemungutan suara hingga tahapan setelah pemilihan, siswa mendapatkan pengalaman untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam sebuah proses demokratis.

Keterlibatan siswa dalam kepanitiaan juga dirasakan langsung oleh Aulia Putri Rahman, selaku Ketua Panitia Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMP Negeri Wini.

Aulia mengaku senang karena melalui kegiatan tersebut dirinya bersama teman-temannya mendapatkan kesempatan untuk belajar dan memperoleh pengalaman baru.

Menurut Aulia, menjadi bagian dari kepanitiaan memberikan pengalaman yang berbeda dari pembelajaran yang biasanya mereka dapatkan di dalam kelas. Mereka belajar bekerja sama, menjalankan tugas dan tanggung jawab, serta memahami bagaimana sebuah proses pemilihan dapat dilaksanakan secara tertib.

“Saya merasa senang karena melalui kegiatan ini saya dan teman-teman bisa belajar banyak hal baru. Kami mendapatkan pengalaman bagaimana mempersiapkan dan melaksanakan sebuah proses pemilihan secara langsung,” ujar Aulia.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama menjadi panitia dapat menjadi bekal bagi dirinya dan teman-temannya untuk lebih percaya diri, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dalam berbagai kegiatan di sekolah.

Dengan keterlibatan siswa sebagai panitia, proses pemilihan OSIS di SMP Negeri Wini tidak hanya memberikan pengalaman kepada siswa sebagai pemilih, tetapi juga membuka ruang bagi mereka untuk belajar menjadi penyelenggara, bekerja dalam tim, mengambil tanggung jawab, dan menjalankan proses demokrasi secara langsung.

Terkait tahapan setelah pemungutan suara, Frederikus Jehatu menjelaskan bahwa hasil pemilihan akan disampaikan kepada kepala sekolah untuk kemudian ditindaklanjuti dengan penetapan pengurus terpilih.

“Setelah proses pemilihan ini, hasilnya akan kita sampaikan kepada kepala sekolah untuk selanjutnya ditetapkan SK bagi paket yang terpilih,” katanya.

Dengan demikian, pasangan yang memperoleh kepercayaan terbanyak dari warga sekolah akan menjadi Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMP Negeri Wini periode 2026/2027 setelah melalui proses penetapan oleh kepala sekolah.

Kepala SMP Negeri Wini, Engelbertus Nipu, S.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS merupakan tindak lanjut dari hasil rapat dewan guru yang telah menyetujui pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sebagai kepala sekolah, Engelbertus kemudian memberikan instruksi kepada Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan bersama Pembina OSIS untuk mempersiapkan dan melaksanakan seluruh rangkaian proses pemilihan.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia, guru, siswa, serta seluruh pihak yang telah terlibat aktif sehingga rangkaian kegiatan dapat terlaksana hingga tahap pemungutan suara.

Menurut Engelbertus, kegiatan tersebut merupakan kesempatan penting bagi siswa untuk belajar mengenai demokrasi secara langsung.

“Ini kesempatan emas bagi siswa untuk belajar tentang demokrasi,” ungkap Engelbertus.

Melalui pemilihan tersebut, siswa belajar menentukan pilihan secara bertanggung jawab, menghargai perbedaan pilihan, mengikuti aturan yang telah ditetapkan, serta menerima hasil pemilihan dengan sikap sportif.

Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pemilihan OSIS, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Pelaksanaan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMP Negeri Wini juga mendapat dukungan pembiayaan melalui Dana BOSP SMP Negeri Wini Tahun Anggaran 2026.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam melaksanakan kegiatan kesiswaan sekaligus memberikan ruang pembelajaran kontekstual kepada siswa melalui pengalaman langsung.

Dengan demikian, pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMP Negeri Wini Tahun 2026 tidak sekedar menjadi agenda rutin organisasi siswa, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan karakter dan pembelajaran demokrasi.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mampu menghargai perbedaan, bertanggung jawab terhadap pilihan, menjunjung sportivitas, serta memahami bahwa demokrasi bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang menghargai proses, menjalankan tanggung jawab, dan menerima hasil dengan lapang dada.(Red)