Marsekal TNi (Purn) Muhamamad Johansyah Berharap Pemerintah Segera ambil Flight Information Region (FIR)

Marsekal TNi (Purn) Muhamamad Johansyah Berharap Pemerintah Segera ambil Flight Information Region (FIR)



Pengelolaan Flight Information Region (FIR)  Sektor A-B-C (Batam-Natuna-Pekanbaru) yang selama ini di kelola oleh negara Singapura harus segera di ambil alih. Berkaitan dengan hal tersebut Marsekal TNI (Purn) Muhammad Johansyah;M.Eng;M.A, seorang Pengamat Hubungan Internasional (HI), Politik, Militer dan Keamanan Internasional  angkat bicara
guna menyikapi persoalan yang terjadi, sabtu (11/07/2020)

Menurut Muhammad Johansyah dasar pengambil alihan pengelolaan FIR Singapura oleh Bangsa Indonesia adalah masalah kedaulatan kita di udara, yang didalamnya menyangkut Pertahan Udara kita. FIR Singapura Sektor A-B-C (Batam-Natuna-Pekanbaru) yang di kelola dan di kontrol oleh negara Singapura selama 74 tahun. Masalah FIR Singapura ini sudah lama dibicarakan di seluruh pendidikan jenjang Perwira di TNI.  Saya ikut mendiskusikan secara intensif dengan berbagai pihak,  dan saya tulis sejak 2014 sebagai saran kepada Pemerintah untuk segera mengambil alih pengelolaan FIR Singapura.
 
Menurut M. Johansyah Flight Information Region (FIR)  merupakan suatu ruang udara yang ditetapkan dimensinya dengan suatu pembagian wilayah udara yang bertujuan untuk menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan yang ditetapkan oleh negara-negara yang tergabung dalam ICAO memberikan pelayanan informasi lalu lintas/ navigasi penerbangan.  Tahun1946 negara-negara anggota ICAO menunjuk Inggris untuk melakukan pengelolaan FIR Natuna dan selanjutnya mendelegasikan pelayanan kepada Singapura setelah Singapura merdeka tahun 1965.   Pengelolaan FIR Singapura (Koridor Batam-Natuna-Pekanbaru) yang selama ini pengelolaannya dilakukan oleh Singapura harus segera kita ambil-alih, dikarenakan telah mengganggu kedaulatan kita mengingat ancaman-ancaman mendatang baik ancaman militer maupun non militer sangat sulit untuk diantisipasi dengan cermat.   Bangsa Indonesia mampu mengelola komunikasi lalu-lintas udara Koridor A-B-C (Batam-Natuna dan Pekanbaru). Sekali lagi, dasar-dasar pengembil-alihan FIR Singapura adalah masalah kedaulatan NKRI dan ancaman-ancaman masa depan yang sangat sulit untuk di antisipasi.


Lanjut M. Johansyah berharap Jokowi segera mengambil tindakan karna saya menilai presiden Jokowi punya integritas dan keinginan untuk mengambil alih pengelolaan FIR Singapura, tinggal menejemen dan konsolidasi lembaga-kementerian terkait dapat di dikoordinasikan dengan baik. Karena FIR Singapura menyangkut masalah Pertahanan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto seharusnya menjadi ujung tombak dalam menyelesaikan masalah ini.  Adagium : Whoever control the air, generally control the surface, masih tetap berlaku.  Apabila berhasil, akan menjadi legacy Pemerintahan Jokowi yang akan dikenang sepanjang sejarah oleh bangsa Indonesia.

1 Response to "Marsekal TNi (Purn) Muhamamad Johansyah Berharap Pemerintah Segera ambil Flight Information Region (FIR)"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel