Majelis Diskusi Mahasiswa Jakarta Gelar Diskusi Virtual tentang Cegah Redikalisme ditengah Pandemi Covid-19

Majelis Diskusi Mahasiswa Jakarta Gelar Diskusi Virtual tentang Cegah Redikalisme ditengah Pandemi Covid-19


Ditengah pendemi covid-19 Pemerintah dan masyarakat di sibukan untuk melawan virus yang mematikan, akan tetapi masih ada saja kelompok radikalisme yang memanfaatkan kesempatan untuk menghasut masyarakat untuk melakukan gerakan anti Pancasila dan NKRI. Menangkap isu tersebut Majelis Diskusi Mahasiswa Jakarta Gelar Diskusi virtual dengan tema cegah redikalisme ditengah Pandemi covid-19 di Jakarta.

Dalam Diskusi virtual tersebut mengundang narasumber Gus Sholeh Mz. M.Ag (Pendakwah dan pengamat sosial budaya) dan Ustad Imam Mustofa, M.Si. (Penulis Buku Radikalisme) dan dimoderatori oleh Wulandari aktifis Jakarta serta diikuti dari berbagai kalangan seperti mahasiswa dan masyarakat umum jumat (19/6/2020)

Gus sholeh dalam diskusi virtual ini, menyampaikan kelompok radikalisme ditengah pandemi ini untuk menyebarkan radikalisme, yakni dengan membuat berbagai ragam hoax. mereka mencuci otak masyarakat untuk merubah pemahaman masyarakat.

"Kelompok-kelompok radikalisme aktif di media sosial, karena dengan kemajuan teknologi saat ini masyarakat juga akan mencari apa yang ingin mereka ketahui dari internet. maka kita harus meluruskan pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai pancasila dan nkri agar masyarakat tidak terdoktrin oleh radikalisme."

Pandangan lain Imam mustofa salah satu penulis buku radikaliseme menyampaikan bahwasannya, penyebaran radikalisme melaui dua cara yaitu media pendidikan dan media sosial.

" Ada dua media penyebaran yang pertama media pendidikan, mereka akan ‎menanamkan doktrin-doktrin yang menjauhkan nilai-nilai kecintaan anak-‎anak terhadap ideologi Pancasila dan NKRI. dan yang kedua adalah ‎media sosial, kelompok radikalisme sangat aktif di media sosial. mereka akan mudah ‎mendoktrin masyarakat menggunakan media sosial."

Lanjut imam, dalam pencegahan radikalisme kita harus menanamkan nilai-nilai pancasila di seluruh elemen.

"Untuk mencegah penyebaran radikalisme ini kita harus menanamkan ‎nilai-nilai moral pancasila, adat, dan budaya kepada seluruh elemen masyarakat" Tegasnya

Farid salah satu peserta diskusi bertanya kepada pemateri tentang benarkah penyebaran isu radikalisme melalui parta politik. menanggapi hal tersebut, salah satu pemateri Gus Sholeh pun merespon baik pertanyaan oleh Farid,
"Penyebaran radikalisme sebenarnya bukan partai politiknya yang menjadi ancaman, tetapi oknum-oknum yang memanfaatkan keadaan politik tersebutlah yang akan menjadi ancaman,dengan memanfaatkan kegiatan-kegiatan politik untuk kepentingan kelompok radikalisme. Seharusnya kegiatan apapun yang dilakukan di negara Indonesia ini baik politik ataupapun ekonomi harus berdasarkan dengan nilai-nilai pancasila yang telah menjadi kesepakatan bersama bangsa Indonesia" Tutupnya.

0 Response to "Majelis Diskusi Mahasiswa Jakarta Gelar Diskusi Virtual tentang Cegah Redikalisme ditengah Pandemi Covid-19"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel