Soal Indonesia dan Sampah

Soal Indonesia dan Sampah

Dari data BPS (Badan Pusat Statistik), jumlah penduduk yang dilakukan dalam sensus  penduduk menunjukkan peningkatan setiap lima tahun sekali. Bahkan BPS sudah memproyeksikan jumlah penduduk di tahun 2020. Data terakhir tercatat jumlah penduduk yang ada di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 238.518.000 jiwa. Dan diproyeksikan pada tahun 2020 akan meningkat sebesar 271.066.000 jiwa. Dari data tersebut, dengan jumlah penduduk yang tergolong tinggi akan sangat berdampak kepada jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya. Semakin banyak jumlah penduduk di Indonesia, semakin banyak pula sampah yang akan dihasilkan.

Melihat permasalahan tersebut, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Undang-Undang yang terdiri dari 18 Bab dan 49 pasal yang di dalamnya membahas tentang bagaimana mekanisme pengelolaan sampah yang ada di  Indonesia. Tidak hanya itu, pemerintah membuat lebih dari  400 TPA yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun upaya pemerintah tersebut tidak cukup untuk menangani permasalahan sampah yang ada di Indonesia. 

Padatnya penduduk dan ketergantungannya masyarakat terhadap penggunaan plastik sekali pakai. Hal tersebut membuat Indonesia menepati posisi kedua penyumbang terbesar sampah di  dunia setelah China. Indonesia menghasilkan lebih dari 66 juta Ton sampah per tahun. Menanggapi hal tersebut pada tahun 2017, Presiden mengeluarkan peraturan Nomor 97 tahun 2019 yang berisi tentang kebijakan dan strategi nasional pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga. Namun hal tersebut belum dapat menangani permasalahan sampah yang ada.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan, jenis sampah yang di hasil kan di Indonesia didominasi oleh sampah organik mencapai 60 % dan sampah plastik mencapai 15 %. 70 % dari sampak plastik berakhir di lautan. Hal tersebut sangatlah membahayakan terhadap kehidupan biotaa laut. Dan perlu kita ketahui, salah satu kekayaan yang di miliki Indonesia adalah lautan nya yang sangat luas.

Maka dari itu, lembaga pemerintahan haruslah lebih tegas dan lebih memperhatikan pengelolaan sampah yang ada di Indonesia. Selain itu, kesadaran dari masyarakat agar lebih pintar dan bijak dalam penggunaan plastik sekali pakai. Penggunaan botol minum semacam tumbler dan penggunaan Tote Bag disetiap aktivitas masyarakat, baik di dalam kegiatan pemerintahan maupun di luar kegiatan pemeritahan yang pada umumnya menggunakan plastik sekali pakai. 

Penggunaan botol tumbler disetiap aktivitas dan mewajibkan setiap toko untuk menyediakan Tote Bag sebagai pengganti kantong plastik. Penggunaan botol tumbler dan Tote Bag merupakan langkah awal untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia. Selain itu, mengajarkan setiap masyarakaat  untuk memisahkan sampah yang masih dapat di olah dan sampah yang sudah tidak dapat di olah sangat lah penting. Hal tersebut akan mempermudah dalam proses pengolahan sampah. Kemudian pembutan Bank Sampah sebagai tempat untuk mengolah sampah yang masih dapat di olah dan dapat menjadi barang yang lebih bermanfaat dan juga memiliki nilai jual. Pengelolaan sampah seperti itu lah yang di perlukan di Indonesia untuk tetap menjaga kelestarian alam dari ancaman sampah.

Ketut Wiranto
(Anggota Tenda Baca Dharma)

0 Response to "Soal Indonesia dan Sampah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel