Bicara Perempuan dan Era Digital 4.0

Bicara Perempuan dan Era Digital 4.0



Revolusi industri 4.0 adalah era dimana teknologi digital mendominasi ruang kerja menusia. Kemajuan teknologi kian pesat hingga mengikis dan menggantikan beberapa tugas manusia dalam dunia kerja. Di Era 4.0 atau sering kita sebut era digital kemajuan yang paling terasa adalah internet. Internet sudah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari manusia, seakan tidak bisa hidup tanpa internet.


Perkembangan era digital yang pesat saat ini, sangat membantu masyarakat dunia memberikan kemudahan layanan dan cakupan informasi tanpa batas. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, membuat pengguna internet di dunia pun ikut melambung tinggi.  Terlebih lagi untuk generasi milenial tidak bisa lepas dari yang namanya teknologi digital di  kehidupan sehari-hari.


Kaum Milenial hari ini aktif dalam penggunaan sosial media baik ig, fb, twitter youtube, dl. Tapi apakah milenial hari ini sudah bersosial media dengan tepat? Nyatanya belum masih minim pemuda yang menggunakan sosial media untuk kegiatan positif yang sifatnya mendidik. Rata rata kaum mienial pengguna sosial media ini hanya penikmat informasi, yang lebih buruk lagi adalah peran mereka sebagai distributing informasi tercepat di era ini kadang kala lupa untuk memfilter informasi yang di sebar luaskan yang akhirnya pada distributing Hoaks.


Sebagai kaum muda harus mampu menjadi fiter informasi yang berdar di publik sosial media guna menangkal hoaks dimna mana. Bicara kaum muda berarti bicara juga perihal perempuan. Hari ini perempuan menjadi topic yang paling asik untuk di bahas, peran perempuan begitu besar jika bicara era teknologi digital, karena memang mayoritas pengguna internet adalah kaum perempuan.


Dari sisi ini harusnya perempuan mampu menguasai berbagai lini, baik pendidikan, sosial dan ekonomi melalui media. Namun di sayangkan pemanfaatan ini belum maksimal dilakukan kaum perempuan. Masih banyak yang memanfaatkan sosial media hanya sebatas media hiburan dan ajang adu kecantikan. Seolah mengamini bahwa cantik itu yang berkulit putih dan berpakaian se trendi mungkin.


Padahal seharusnya perempuan bisa memanfaatkan sosial media untuk mengkampayekan anti diskriminasi, anti kekerasan terhadap perempuan dan anak, melalui tulisan , foto atau bahkan audio visual. Jika perempuan dengan kompak melakukan ini disosial media, maka akan memberikan dampak positif bagi kaum perempuan itu sendiri. Kegiatan di sosial media ini akan menjadi garda terepan perjuangan perempuan dan keadilan gender.


Selain daripada kampanye anti kekerasan dan sebagainya, perempuan juga dapat memanfaatkan media sosial sebagai tempat untuk meraih penghasilan baik marketing produk maupun penjualan jasa. Banyak peluang yng sebenarnya bagi perempuan untuk pemanfaatan media sosial ini.

Dwi Purnamasari
(Aktivis Mahasiswa)

0 Response to "Bicara Perempuan dan Era Digital 4.0"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel